Warga Songgon Wadul Dewan

0
167

BANYUWANGI – Sejumlah tokoh masyarakat dari Desa Sumberarum dan Desa Sragi, Kecamatan Songgon, yang menolak proyek air bersih kemarin mendatangi gedung DPRD Banyuwangi. Mereka mengadukan rencana pembangunan air bersih yang akan digarap pada tahun anggaran 2013 tersebut. Rombongan warga yang dipimpin Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Sragi Mustain Nawawi dan Kepala Desa (Kades) Sumberarum Supriyono itu diterima dua anggota Komisi I Sukarno dan Muhamad Abbas.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

“Kami mohon dewan yang terhormat membantu masalah yang dihadapi warga kami,” pinta Mustain yang menjadi juru bicara warga.  Menurut Mustain, rencana proyek air bersih yang telah dianggarkan APBD Banyuwangi sebesar Rp 2,8 miliar itu telah meresahkan para petani di Desa Sumberarum dan Sragi. “Mata air yang akan digunakan untuk air bersih selama ini dipakai untuk pengairan sawah,” ungkapnya.

Bila mata air di Desa Sumberarum dipakai proyek air bersih, lanjut dia, maka akan mengancam pengairan sawah para petani. Padahal, mata air itu satu-satunya sumber air yang dipakai petani untuk mengairi sawahnya. “Petani di dua desa bisa kekurangan air,” katanya. Sukarno dan Abbas belum bisa menanggapi keluhan warga. Apalagi, kedatangan warga itu tidak ada memberitahukan terlebih dahulu. “Aspirasi bapak-bapak semua kami tampung, nanti akan kami sampaikan kepada pimpinan komisi,” janji Sukarno. Usai dari DPRD, rombongan warga mendatangi kantor Dinas Pekerjaan Umum Pengairan dan Pemkab Banyuwangi.  (radar)

Loading...