Waspadai Gelombang Tinggi Laut Selatan

0
507

BANYUWANGI – Akhir-akhir ini gelombang laut di Laut Selatan mengalami peningkatan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika  (BMKG) Banyuwangi mencatat, tinggi gelombang di Laut Selatan itu meningkat sejak dua hari lalu.

Prakirawan BMKG Banyuwangi, Anjar Triyono Hadi, membenarkan hal tersebut. Menurutnya, meningkatnya tinggi gelombang di Laut Selatan itu disebabkan adanya tekanan rendah di Samudera Pasifik, tepatnya di timur Filipina.

Tekanan rendah yang terjadi tersebut membuat kekuatan angin menjadi bertambah dan berimbas dengan meningkatnya tinggi gelombang di Laut Selatan. ”Angin itu bergerak dari tekanan tinggi ke rendah. Karena ada tekanan rendah tersebut, maka angin bergerak menuju ke sana dan gelombang pun menjadi meningkat,” kata Anjar.

Peningkatan tinggi gelombang itu tidak hanya terjadi di Banyuwangi. Melainkan, juga hampir terjadi di seluruh daerah yang berdekatan dengan Samudera Hindia, yakni selatan Pulau Jawa sampai Nusa Tenggara Barat. ”Kecepatan angin bisa mencapai  25 knot.

Itu yang memicu gelombang meningkat,” tuturnya. Anjar menambahkan, tinggi gelombang maksimum di Laut Selatan akibat tekanan rendah di timur Filipina itu bisa mencapai 2,5  meter. Padahal, jika pada kondisi normal, tinggi gelombang maksimum hanya dua meter.

Meningkatnya gelombang itu diprediksi akan terus terjadi sampai  satu minggu kedepan. Dengan meningkatnya tinggi gelombang di Laut Selatan itu, pihaknya mengimbau masyarakat nelayan waspada. Sebab, tinggi gelombang maksimum yang mencapai 2,5 meter dirasa sangat membahayakan para nelayan.

Sementara itu, cuaca di Banyuwangi umumnya cerah berawan. Namun, tidak menutup kemungkinan Banyuwangi Selatan dan Barat bisa saja terjadi hujan. Namun, intensitas hujan yang terjadi sangat ringan. ”Umumnya hujan terjadi malam hari,” pungkas  Anjar. (radar)

Baca :
Polisi Banyuwangi Mulai Sosialisasi Larangan Mudik 2021