Anggota DPRD Dipolisikan Kasus KDRT

0
1401
Gunawan Satria Pratama dengan sang istri Titis Meilika Wiyono.

GAMBIRAN – Anggota DPRD Kabupaten Banyuwangi dari Fraksi Partai Demokrat, Gunawan Satria Pratama, Sabtu (17/6), dilaporkan kepolisi oleh istrinya, Titis Melika Wiyono, karena diduga melakukan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).

Titis yang kini tinggal di Desa Kradenan, Kecamatan Purwoharjo, itu mengaku dugaan kekerasan yang menimpanya itu terjadi saat menghadiri acara ulang tahun anak suaminya itu dari istri pertama, Chania Rizki Eka Yunaita di Kafe Coffezone Gambiran.

“Memang ada laporan dugaan KDRT itu,” kata Kapolsek Gambiran, AKP I Ketut Redana. Kapolsek menyebut laporan diterima pada Sabtu (17/6) pukul 1930. Sedang kejadiannya, diperkirakan terjadi sekitar pukul 18.30.

Loading...

“Setelah kejadian korban langsung lapor dan dimintai keterangan,” ungkapnya. Dalam keterangannya pada penyidik, tetang dia, kejadiannya di Kafe Coffezone Gambiran. Saat itu, korban oleh suaminya sempat didorong dan dicekik.

“Kata korban sempat dicekik,” cetusnya pada Jawa Pos Radar Genteng. Kapolsek menyebut, untuk penanganan kasus dugaan KDRT ini, pihaknya telah dilimpahkan ke Polres Banyuwangi. Itu dilakukan karena dalam perkara ini melibatkan angota DPRD.

“Perkaranya sudah kita limpahkan ke polres,” jelasnya. Sementara itu, Gunawan Satria Pratama saat dikofirmasi melalui sambungan telepon menyampaikan kalau saat ini banyak beredar informasi yang mengabarkan dari satu sisi saja. Karena kejadiannya, tidak sepenuhnya benar.

“Aku lagi lapor balik,” jelasnya. Gunawan mengaku kaget saat mendapat kabar kalau istrinya mengalami sejumlah luka akibat dorongan. Menurutnya, bekas luka itu bukan karena dirinya. Tapi, karena dorongan ibu dari istrinya saat memisah.

“Itu yang saya heran, kok katanya besem karena saya. Padahal itu karena ditarik ibunya,” ucapnya. Gunawan menyebut meski telah melaporkan tindakan istrinya itu pada polisi, tapi akan tetap berupaya menyelesaikan dengan baik.

Kejadian ini, terlalu dipublikasikan secara berlebihan. Padahal saat itu, banyak saksi mata melihat kejadian yang sebenarnya. “Kalau dia minta maaf, ya kita akan baikan,” terangnya. (radar)

loading...