Rebutan Batas Sawah, Dua Petani Duel di Tengah Sawah

0
3690
TANPA RASA BERSALAH: Supoyo kini diamankan di ruang tahanan Polsek Gambiran, kemarin (15/1). (SHULHAN HADI/JPRG)
Supoyo kini diamankan di ruang tahanan Polsek Gambiran, kemarin (15/1).

GAMBIRAN – Diduga gara-gara rebutan wangkid atau pembatas sawah, dua petani asal Dusun Sidotentrem, Desa Yosomulyo, Kecamatan Gambiran, Sukarni, 70, dan Supoyo, 59, Minggu (14/1) sekitar pukul 05.30 duel di tengah sawah.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Dalam tarung bebas itu, Sukarni menderita luka yang cukup parah di bagian kepala, tulang pada tangan kiri patah, dan luka di bagian mata. Korban ini, sekarang menjalani perawatan intensif di RS Al Huda Genteng. Sedang lawannya, Supoyo hanya luka lecet bawah mata kanan. “Ini duel di sawah,” terang Kapolsek Gambiran, AKP I Ketut Redana melalui Kanitresrim, Ipda Yaman Adinata.

Loading...

Dari keterangan saksi dan tersangka, duel petani itu bermula saat korban bersih-berih di pematang sawah. Kebetulan, pematang sawah itu batas antara sawah milik korban dengan sawah milik tersangka. “Tersangka datang dan menegur korban,” katanya.

Diduga salah paham, jelas dia, kedua petani itu adu mulut. Dan akhirnya, keduanya berkelahi. “Dari keterangan tersangka, korban memukul dengan tangan dan ditangkis dengan kokrok (alat penyiang gulma), lalu tersangka membalas,” ungkapnya.

Lanjutkan Membaca : 1 | 2