BWI Punya Masjid Cheng Hoo

0
322

suasana-masjid-cheng-hoo-di-kompleks-ponpes-adz-dzikra-jalan-sutawijaya-sumberejo-banyuwangi-kemarin

BANYUWANGI – Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopulhukam), Wiranto datang Banyuwangi, Sabtu (26/11), kemarin. Dia hadir untuk meresmikan Masjid Muhammad Cheng Hoo dan Ponpes Adz Dzikra Muhammad Cheng Hoo asuhan Ustad Ir.  H.A. Wahyudi di Jalan Sutawijaya No. 186, Kelurahan Sumberejo, Banyuwangi.

Wiranto mengaku sangat bangga dengan berdirinya Masjid dan Ponpes Muhammad Cheng Hoo di Banyuwangi  ini. Hal ini merupakan bentuk sebuah kerukunan luar biasa yang ditunjukkan oleh masyarakat Bumi Blambangan. Kondisi Banyuwangi yang relatif kondusif, meski masyarakatnya majemuk, juga sangat diapresiasi oleh Wiranto. Kondisi ini, kata dia, sangat layak dijadikan percontohan.

”Memang, suasana politik di Jakarta sedikit lebih hangat, tapi di Banyuwangi tidak terpengaruh, di sini (Banyuwangi) penuh dengan senyum kedamaian,” ujar Wiranto disambut tepuk tangan para tamu undangan. Sementara itu, terkait kondisi politik terkini di Jakarta saat ini,  Wiranto menegaskan bahwa kondisi Ibukota saat ini sudah mulai berangsur kembali dingin.

”Tapi sekarang sudah dingin lagi. Awal memang agak meningkat sedikit, tapi sekarang sudah menurun lagi,” tambahnya. Wiranto menyayangkan jika masih ada kelompok yang ingin  menggoyang pemerintahan Presiden Jokowi. ”Sekarang kita lihat, pembangunan benar-benar fokus  oleh pemerintah. Bahkan, mulai dari pinggiran, jalan tol, dan jalan raya dibangun,” jelasnya.

Loading...

Hal ini, menurut Wiranto membuktikan jika pemerintah benar-benar memperhatikan seluruh lapisan masyarakat. Apalagi, wilayah Indonesia memiliki batas wilayah yang terbuka. Sehingga, rawan ancaman kejahatan mulai dari pencurian kayu, pencurian ikan, trafficking, penyelundupan narkoba hingga terorisme.

Dengan kondisi ini, pemerintah memilih fokus pembangunan dari pinggir. Wiranto juga meminta masyarakat tetap tenang,  tidak terganggu dengan berbagai upaya yang memecah NKRI.  ”Pluralisme menjadi ciri khas bangsa kita. Sejak Presiden Gus  Dur, pluralisme benar-benar dijunjung tinggi,” jelasnya.

Lebih lanjut, Wiranto menambahkan bahwa setiap Presiden RI memiliki niat untuk menyejahterakan rakyat. Namun,  dari sekian Presiden yang pernah  didampinginya, Presiden Jokowi yang terasa paling sering  turun dan kerja. ”Sekarang, sehari bisa dua kali rapat kabinet. Kalau dulu sebulan paling hanya tujuh kali,” puji Wiranto.

Di akhir sambutannya, dia kembali menegaskan bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) terbentuk bukanlah dari  satu golongan ras, satu agama  dan satu suku bangsa saja. Melainkan, NKRI terbentuk berdasar adanya kerukunan dan perjuangan  dari seluruh rakyat Indonesia  dari berbagai macam, ras, suku  bangsa dan agama.

”NKRI adalah  harga mati, jangan diusik lagi,” tegasnya. Sementara itu, saat akan meninggalkan lokasi Masjid Muhammad Cheng Hoo, Wiranto  terkesan bungkam saat ditanya bagaimana langkah pemerintah  terkait adanya rencana demo 2  Desember 2016 mendatang.

Dari sekian banyak pertanyaan yang dilontarkan wartawan,  hanya ada sepatah kata saja yang  terucap bahwa perihal demo.”Kalau tanya demo jangan tanya, tanyakan saja kepada yang demo,” ujarnya singkat sembari meninggalkan lokasi.

Meski Wiranto sudah meninggalkan lokasi kemarin, namun acara peresmian Masjid dan Ponpes Adz Dzikra Muhammad Cheng Hoo masih terus dilanjutkan. Sekadar diketahui, Masjid Muhammad Cheng Hoo  ini adalah masjid Cheng Hoo ke-10 di Indonesia yang telah   diresmikan.

Sementara Ponpes Adz Dzikra Muhammad Ceng Hoo adalah pesantren Cheng  Hoo pertama yang diresmikan  di Indonesia.(radar)

loading...


Kata kunci yang digunakan :