Menpora Imam Nahrawi Puji Cara Banyuwangi Kelola Potensi Olahraga Daerah

0
107

BANYUWANGI – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi, mengatakan, Banyuwangi bisa menjadi contoh pengelolaan olahraga bagi daerah.

“Banyuwangi bisa menjadi contoh bagi daerah lain, bagaimana cara berinovasi dan mengelola olahraga,” kata Nahrawi, saat ditemui di Vila Solong Banyuwangi, Senin (1/1).

Nahrawi mengatakan Banyuwangi tanpa dibantu dari dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), bisa menggelar kejuaraan berskala internasional, seperti International Tour de Banyuwangi Ijen (ITdBI), dan lainnya. Bahkan ITdBI rutin digelar hingga tahun keenam.

“Banyuwangi tanpa mendapat bantuan APBN saja, mereka bisa. Ini menunjukkan inovasi mampu memanfaatkan segala potensi yang ada,” kata Nahrawi.

Selain inovasi, menurut Nahrawi, Banyuwangi memiliki kemauan yang kuat untuk mengembangkan olahraga. “Banyuwangi memiliki inovasi dan kemauan kuat. Ini yang patut dicontoh oleh daerah lainnya,” kata menteri asal Madura itu.

Selain inovasi dan kemauan, faktor lainnya adalah peran serta masyarakat Banyuwangi. Bagaimana masyarakat turut berperan aktif dalam mendukung pengembangan olahraga.

“Banyuwangi telah membuktikan bisa menggali potensi yang ada,” kata Nahrawi.

Banyuwangi telah berkali-kali menggelar kejuaraan yang tidak mengandalkan APBN. Seperti ITdBI yang diikuti oleh pembalap dari berbagai negara.

Selain ITdBI, kejuaraan internasional lainnya yang digelar Banyuwangi tanpa anggaran dari pusat adalah, Banyuwangi International BMX, Kite Surf, Green Run, dan lainnya.

Selama ini Banyuwangi terus mendorong pengembangan sport tourism (olahraga berbalut pariwisata). Banyuwangi sangat cocok dikembangkan untuk sport tourism, mengingat potensi alamnya yang mendukung.

Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, mengatakan, Banyuwangi saat ini terus mengembangkan pasar wisata minat khusus berkonsep sport tourism.

Selain event balap sepeda ITdBI dan BMX, Banyuwangi juga punya daya tarik wisata yang besar bagi penggemar olahraga selancar, dan lainnya.

“Pasar wisata ini belum banyak yang garap. Kalau mass tourism seperti wisata buatan, Banyuwangi jelas kalah dari kota-kota besar. Ini soal pemasaran wisata, jadi harus kreatif,” ujar Anas.

Loading...