Serawung Seni Sukses Suguhkan Manajemen Seni Pertunjukan

0
96
Penampilan Rep (Using) menyuguhkan seni dan pertunjukan yang bernilai tinggi. Rip (Using) dan teater kursi kursi jilid 2 ini akan ditampilkan ke daerah daerah lain.

PENTAS Serawung Seni berhasil menyuguhkan seni pertunjukan yang berkualitas. Setelah menjalani sehari workshop, peserta mencoba untuk mengaktualkan dalam sebuah pentas pada Minggu malam (21/5) di Gedung Wanita Banyuwangi. Alhasil, ratusan peserta dan undangan memberikan aplaus terhadap peserta.

Penampilan Rep (Using) juga tidak kalah menarik. Sebuah pertunjukan seni tari gandrung kontemporer hasil karya Bathara Saverigadi Dewandoro-koreografer muda kelas dunia berkolaborasi dengan yayasan Swargaloka dan Padepokan Seni Alang-alang Kumitir ini mampu menghipnotis penonton yang hadir. Pertunjukan Rep (Using) ini nantinya akan diikutkan dalam even Festival Tari Internasional.

Karya seni yang disuguhkan malam itu benar-benar memiliki nilai jual mahal. Perpaduan antara ide dan imajinasi berhasil diciptakan dengan baik. Pola gerak/ritme, serta pola dan tenaga yang dimainkan oleh pegiat seni pelajar tersebut dimainkan secara sempurna. Lighting  juga memiliki peran dalam kesuksesan acara pertunjukan ini.

Loading...

“Inilah hasil workshop yang digelar pada Sabtu (20/5) di Mahkota Plengkung oleh Mas Didik bersama teman-teman lainnya. Beliau-beliau telah mengajarkan ilmunya kepada kita bagaimana menggarap dan memanajemeni  sebuah seni pertunjukan yang memiliki nilai jual tinggi,” kata Penggagas Serawung Seni Punjul Ismunawardoyo tadi malam.

Pertunjukan malam itu juga dilihat langsung oleh sejumlah pegiat seni dan budaya, baik local dan nasional. Dari local ada DKB, Dinas Budaya  dan Pariwisata, Temuk Misti maestro gandrung Banyuwangi serta pelaku seni dan budaya lain.

Hadir juga anggota DPRD, SKPD, dan MGMP Seni Budaya. Sementara dari nasional ada perwakilan  Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), Didik Ninik  Thowok, Kresmantono, Fernando, Iwan  Gardiawan Tokoh Teater, serta Retno Ratih  desainer busana film dan seni pertunjukkan, Fajar Damayanto Creative Director.

“Sebagai  tanda kesuksesan acara ini maka panitia  memberikan apresiasi kepada Temuk Misti atas kiprahnya dalam membesarkan seni dan  budaya Banyuwangi,” kata Punjul. Punjul mengatakan, rangkaian kegiatan ini  diawali pada Jumat (19/5) yaitu pagelaran musik  etnik persembahan Tingangtatu dari Institut  Seni Indonesia (ISI) Jogjakarta berkolaborasi dengan Keluarga Pelajar Mahasiswa   Banyuwangi di Yogyakarta (KPMBY), dilanjutkan pantomime dan teater dengan judul Kursi-kursi  jilid 2 karya Punjul Ismunawardoyo.

Keesokan harinya, yakni Sabtu (20/5) panitia  menggelar workshop di Mahkota Plengkung Hotel Banyuwangi. Sebagai narasumber hadir Didik Ninik Thowok, aktor film Iwan Gardiawan,  serta Retno desainer busana film dan seni  pertunjukan.

“Serawung Seni ini digelar untuk menjalin keakraban dengan pelaku seni dan  budaya Banyuwangi. Dan saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah menyukseskan acara ini,” kata anggota DPRD Fraksi Hanura Banyuwangi ini. (radar)

loading...