10 Pendaki Terjebak di Raung

0
185

10KALIBARU – Musibah terjadi di kawasan Gunung raung di perbatasan Banyuwangi-Jember. Sekitar sepuluh pendaki dikabarkan terjebak di camp 9 gunung berapi yang berstatus waspada itu kemarin (29/5). Dari sepuluh pendaki tersebut, dua mahasiswa asal Solo, dikabarkan terluka akibat terbentur batu di gunung tersebut.Hingga sore kemarin, tim Basarnas Jember tengah melakukan upaya evakuasi ke puncak Gunung Raung.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Tim pertama telah berangkat pada Rabu malam (28/5) sekitar pukul 22.00. Diperkirakan, regu penyelamat tersebut akan tiba di camp 9 sekitar pukul 13.00 kemarin (29/5). Jika upaya evakuasi itu lancar, diprediksi rombongan penyelamat itu akan tiba di jalur pendakian Wonorejo, Kecamatan Kalibaru, Banyuwangi, sekitar pukul 12.00 Jumat siang ini (30/5).  

Kapolsek Kalibaru AKP Suwanto Barri menjelaskan, ada sekitar seratus pendaki dari berbagai perkumpulan pencinta alam mahasiswa yang melakukan pendakian ke puncak Gunung Raung. Dua kelompok mahasiswa itu berasal dari Bandung dan Surakarta. “Kebetulan, dua mahasiswa asal Solo yang mengalami musibah sehingga kehabisan bekal,” terangnya.

Saat ini tim medis dan Basarnas Jember telah berada di jalur pendakian Wonorejo, Kecamatan Kalibaru. Mereka siap menyambut kedatangan para korban. “Selama ini, petugas Basarnas yang turun memang dari Jember. Sebab, kawasan Gunung Raung memang masuk wilayah Banyuwangi dan Jember,” jelasnya. Info yang dihimpun Jawa Pos Radar Banyuwangi, kabar musibah yang dialami pendaki asal Solo tersebut diketahui dari porter (kuli pembawa barang) yang baru turun dari Gunung Raung.  

Lokasi para pendaki yang mengalami musibah itu diperkirakan berada di sekitar camp 9. Sekadar diketahui, dalam rute ke GunungRaung terdapat 17 camp. Namun, seiring status waspada Gunung Raung yang ditetapkan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, pendaki dilarang memasuki area berbahaya di radius 3 kilometer dari puncak. Sementara itu, posisi para pendaki tersebut masih dalam radius aman. Zona steril alias kawasan berbahaya masih selisih sekitar tiga camp lagi dari posisi para pendaki tersebut. (radar)

Loading...