35 Ribu Jiwa Masuk Jawa

0
124

Puncak Arus Mudik sejak H-2


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

KALIPURO – Hingga H-6 Idul Fitri 1433 H kemarin (14/8), ribuan pemudik telah me-ninggalkan Pulau Bali. Jumlah penumpang pejalan kaki yang sudah menyeberang ke Pulau Jawa tercatat sekitar 35.577 orang. Mereka meninggalkan Bali sejak beberapa hari lalu. Mereka mudik lebih awal untuk menghindari antrean panjang yang kerap kali terjadi di Pelabuhan Gilimanuk, Bali.

Sementara itu, kendaraan roda dua (R2) yang sudah me-nyeberang mencapai sekitar 7.467 unit, dan jumlah kendaraan roda empat (R4) sekitar 4.123 unit. “Jumlah itu terhitung sejak H-7 hingga hari ini (kemarin, Red),” ujar Pemimpin PT. Indonesia Ferry Ketapang, Waspada Heruwanto, melalui Manager Operasional Saharuddin Koto. Para pemudik yang meninggalkan Bali rata-rata datang pada malam hari.

Jumlah yang mudik pada siang hari jumlahnya masih sedikit. Hingga kemarin (14/8), belum terjadi penumpukan antrean kendaraan di Pelabuhan Gilimanuk. Aktivitas penyeberangan, kata Saharuddin, masih berjalan normal dan lancar seperti hari-hari biasa. Meski demikian, lanjut Saharuddin, kepadatan arus mudik terus meningkat. Pada H-6, peningkatan arus mudik dari Bali melalui Pelabuhan Ke tapang-Gilimanuk sudah mencapai 27 persen dibanding tahun lalu.

Peningkatan dan kepadatan pe numpang akan terus naik hingga H-1 mendatang. Mulai ke marin, pemudik tidak hanya me nyeberang pada malam hari tapi sudah merambah siang hari. Namun, jumlah pemudik yang menyeberang pada si-ang hari masih tergolong sedikit. Pagi hingga sore, arus kendaraan pemudik mengalir de ras memenuhi Pelabuhan Ke tapang. “Dari jam ke jam, ke padatan arus mudik terus me ningkat,” katanya.

Pihaknya, lanjut Saharuddin, memprediksi puncak ar us mudik akan terjadi pada H-2 dan H-1. Karena itu, pihaknya akan all outmempersiapkan layanan pada puncak arus mudik itu. “Kapal yang kita ope rasikan sebanyak 31, dan jumlah trip sudah mencapai 231 per hari,” tambah Saharuddin. Sementara itu, Dinas Perhubungan dan Lalu-Lintas Angkutan Jalan Jatim (LLAJ) sejak H-7 menghentikan ope rasional dua jembatan timbang di Banyuwangi.

Dalam surat Kepala Dinas Perhubungan dan LLAJ Jatim kepada Bu pa ti Abdullah Azwar Anas di sampaikan bahwa sejak 12 hingga 27 Agustus 2012 jem batan timbang beralih fung si menjadi rest areapara pemudik. Sejumlah di rest areaitu, Dinas Perhubungan dan LLAJ akan menyiapkan sejumlah layanan gratis. Di rest areaitu disediakan makan dan minum secara gratis. (radar)

Loading...