Agustus Puncak Musim Kemarau

0
448

BANYUWANGI – Musim kemarau panjang diprediksi akan berlangsung lama. Memasuki  bulan Agustus ini, intensitas hujan yang  terjadi lebih jarang lagi dibandingkan bulan sebelumnya. Malahan, bulan Agustus ini
merupakan puncak musim kemarau panjang  tersebut.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Berdasar data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi dengan musim kemarau panjang tersebut, pihaknya menetapkan status keadaan darurat kekeringan di 9 kecamatan, yakni kecamatan mengklaim 9 Kecamatan Tegaldlimo, Tegalsari,  Purwoharjo, Muncar, Sanggar, Gambiran, Kecamatan Bangorejo, Kalipuro, dan Wongsorejo.

Dari 9 kecamatan tersebut, BPBD mengklaim  desa yang berpotensi terkena dampak  kekeringan sebanyak 28 desa. Prakirawan Badan Meteorologi dan Klimatologi (BMKG) Banyuwangi, Anjar Triono Hadi mengatakan, kemarau panjang itu adalah fenomena global.

Menurutnya, kemarau panjang itu hampir terjadi di seluruh Indonesia. Memasuki Agustussaat ini, kemarau akan semakin terasa dibandingkan bulan-bulan sebelumnya. ”Agustus ini akan lebih kering karena akhir Agustus adalah puncak kemarau ini,” kata Anjar.

Loading...

Meski memasuki musim kemarau, tapi pihak BMKG memprediksi potensi timbulnya hujan di Banyuwangi masih berpeluang. Namun, hal tersebut tergantung topografi wilayah di Banyuwangi. Jika topografi daerah di Banyuwangi lebih tinggi,  maka peluang terjadinya hujan masih besar.

Lanjutkan Membaca : 1 | 2