Ajak Hormati Perbedaan

0
142
KH.Hisyam Syafaat

BANYUWANGI – Ada pernyataan menarik dari Rais Syuriah PC NU Banyuwangi, KH. Ahmad Hisyam Syafaat, terkait penentuan awal Ramadan. Pengasuh Pondok Pesantren Blokagung itu meminta warga nahdliyin menghormati saudara muslim yang mungkin berbeda pendapat dalam menentukan awal Ramadan dan mengakhiri Ramadan.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Pernyataan Gus Hisyam sapaan KH. Hisyam Syafaat dikirim ke redaksi Jawa Pos Radar Banyuwangi sore kemarin. “Perbedaan itu muncul karena memang didasari ilmu. Itu tidak menjadi cela, kecuali perbedaan itu muncul karena nafsu,” jelas Gus Hisyam. Kata Gus Hisyam, NU berpegang teguh pada cara rukyah ka rena hadisnya sahih.

Bukan berarti di NU tidak ada ahli hisab. Di NU, lanjut Gus Hisyam, ada lajnahatau lembaga ad hockhisab falaq. Di sana ada ba nyak ahli hisab, mulai yang ma sih santri aktif sampai kiai ahli hisab. “Cuma bagi NU hisab adalah panduan rukyah. Dan rukyahadalah alat uji ilmiah bagi hisab. Dengan hisab NU bisa merukyah dengan visible,’’ papar Gus Hisyam.

Kiai berpengaruh di Banyuwangi itu menyerukan kepada warga NU agar pada Ramadan tahun ini meningkatkan ibadah mahdlohkepada Allah. Warga NU hendaknya meningkatkan kesetiakawanan kepada fuqoro wal masaakin. “Utamanya menunjang pendidikan anak-anak fakir miskin yang sudah usia sekolah. Warga NU diharapkan bisa membantu pengadaan alat tulis, buku, dan seragam, bagi anak tidak mampu,” serunya. (radar)

Loading...