ANAK-ANAK MENGUTUK PERANG

  • Bagikan
CINTA DAMAI: Siswa Pendidikan Anak Usia Dini menggelar poster di gedung DPRD Banyuwangi kemarin.

BANYUWANGI – Gejolak perang Israel dan Palestina mulai memantik reaksi. Seperti yang ditunjukkan ratusan siswa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Cerdas Banyuwangi kemarin (20/11). Bocah-bocah itu menggelar doa bersama untuk mendoakan anak-anak yang menjadi korban kekejaman perang di Timur Tengah. Usai menjalani proses belajar di kelas, mereka langsung berkumpul di halaman sekolah yang berlokasi di Kelurahan Tukangkayu, Kecamatan Banyuwangi.

Untuk menunjukkan rasa prihatin atas apa yang menimpa anak-anak seusia mereka di Gaza, siswa PAUD Cerdas mengikat pita hitam di pergelangan tangan kanan. Dibimbing beberapa guru, mereka menggelar doa bersama agar tercipta perdamaian di Bumi Palestina. Mereka berdoa agar bocah-bocah di Timur Tengah dapat tumbuh dan berkembang normal tanpa dicekam ketakutan akibat perang  “Kami tidak sanggup melihat kesengsaraan anak-anak Palestina.

Karuniakanlah kedamaian kepada mereka ya Allah, agar mereka dapat tumbuh dan berkembang dengan sem purna,” ujar seorang guru yang memimpin doa bersama kemarin. Selain itu, mereka juga membentangkan poster bernada seruan penghentian perang. Ada juga siswa yang menenteng poster bergambar pasangan yang menangis saat menggotong bocah yang berlumur darah.

Aksi damai dan doa bersama untuk korban perang itu juga di ikuti para wali murid. “Kita mendukung aksi solidaritas ini, makanya kami ikut doa bersama,” ujar Feby Tri Lesdiani, seorang wali murid. Feby mengatakan, untuk mencegah anak-anak melakukan tindak kekerasan, para orang tua hendaknya mendampingi buah hatinya saat menonton televisi (TV). “Itu penting dilakukan agar anak-anak tahu mana yang baik dan mana yang tidak baik.

Juga untuk mencegah agar anak-anak tidak meniru adegan kekerasan seperti yang mereka lihat di TV. Sebab, kadang-kadang film kartun pun menyuguhkan adegan kekerasan,” jelasnya. Sementara itu, Kepala PAUD Cerdas, Fatmawati mengatakan, aksi solidaritas itu bertujuan agar anak didik bisa mengambil pelajaran tentang dam pak negatif perang. “Kita ingin anak-anak mengambil pelajaran tentang peristiwa itu agar perang tidak terjadi di Indonesia, baik perang dengan ne gara lain maupun perang saudara,” bebernya. (radar)

Kata kunci yang digunakan :

  • Bagikan
%d blogger menyukai ini: