PESANGGARAN, Jawa Pos Radar Genteng – Fenomena siklon tropis anggrek yang terjadi di wilayah Jawa Timur dan Bali, menyebabkan angin sangat kencang dan ombak tinggi. Cuaca yang tidak bersahabat itu, beberapa hari terakhir juga dirasakan di Kabupaten Banyuwangi.
Angin kencang dan ombak tinggi itu, sangat dirasakan di wilayah Pantai Selatan, seperti di Pantai Pulau Merah, Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Senin (22/1). ‘Beberapa hari terakhir, angin sangat kencang ombak tinggi dan sangat membahayakan,” terang anggota Lifeguard Pulau Merah, Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Suyitno.
Angin yang datang sangat kencang itu, membuat pasir pantai yang halus beterbangan hingga mengganggu para pengunjung. Dan ini, membuat jumlah pengunjung di salah satu pantai yang menjadi primadona di Banyuwangi itu menurun. “Tanpa melihat data pun, secara kasat mata bisa terlihat. Angin kencang ini berdampak pada pengunjung,” katanya.
Menurut Suyitno, gara-gara angin kencang, ombak di Laut Selatan sangat tinggi. Dan itu membuat sampah yang ada di tengah laut terbawa ombak ke pantai. “Ini sudah kami bersihkan secara keseluruhan, total sekitar 24 truk sampah,” tuturnya.
Baca Juga: Sopir Ugal-Ugalan, Truk Boks Tabrak Pemotor dan Terguling di Jalan Raya Desa Benculuk, Kecamatan Cluring
Dengan adanya fenomena angina kencang ini, Suyitno mengaku harus bekerja ekstra keras menjaga pengunjung dari bahaya ombak tinggi yang bisa datang sewaktu-waktu. “Ombaknya sedang tinggi, kemarin saja (Minggu) saya berjaga mulai pagi sampai malam. Karena banyak pengunjung,” ungkapnya.
Prakirawan Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) Banyuwangi, GanisGanis Diyah, menyampaikan fenomena angin kencang itu disebabkan oleh siklon tropis anggrek. “Ini terjadi tidak hanya di pesisir saja, tapi juga di perkotaan, meliputi Jawa Timur hingga Bali,” katanya.
Ganis menyebut siklon ini juga mengakibatkan ombak tinggi, terutama di Laut Selatan. Bahkan, ketinggian ombak diprediksi mencapai dua meter hingga tiga meter. “Ini perlu diwaspadai, apalagi di pantai-pantai yang banyak dikunjungi masyarakat,” katanya.
Ditanya kapan siklon ini akan selesai, Ganis mengaku masih belum bisa memberikan penjelasan. Hanya saja, siklon ini akan segera menurun hingga akhirnya berpindah ke negara lain. “Untuk kapannya belum bisa dipastikan, yang jelas kemungkinan berpindah ke negara lain,” pungkasnya.(sas/abi)
Sumber: Jawa Pos Radar Genteng