Angklung Paglak, Salah Satu Seni Musik Tertua di Banyuwangi

0
2585

usaiiUsai Ditebang, Bambu Disimpan Minimal Setahun


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Angklung paglak diyakini sebagai kesenian pertama di Bumi Blambangan. Kesenian yang dimainkan empat orang itu muncul di tengah masyarakat sejak sekitar tahun 1890 silam. SUARA angklung terdengar begitu merdu di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, pagi itu (17/3). Iramanya yang mendayu-dayu membuat nuansa seni semakin kental menyelimuti desa adat Osing yang juga dikenal dengan desa wisata tersebut.

Semakin lama didengar, lantunan irama alat musik yang terbuat dari bambu itu semakin menggugah hati. Orang akan semakin tertarik untuk mencari di mana sumber suara tersebut. Ternyata, suara yang sangat indah itu berasal dari teras sebuah rumah yang berlokasi di tepi jalan desa setempat, tepatnya di Dusun Kedaleman, RT 1/RW 2, Desa Kemiren, Kecamatan Glagah. Saat didekati, seorang laki-laki paro baya tengah asyik memainkan alat musik tradisional tersebut.

Belakangan diketahui, pria paro baya yang kala itu mengenakan setelan kaus warna putih dan celana kain warna hitam, itu bernama Andi Supandi, 54, warga setempat. Seperti biasa, melihat sesuatu yang menarik untuk disajikan kepada pembaca, wartawan Jawa Pos Radar Banyuwangi pun langsung mengutarakan maksud untuk mewawancarai Andi Supandi. “Silakan. Saya akan jawab yang Adik tanyakan Saya punya literatur yang cukup komplet tentang asal usul angklung Banyuwangi,” ujar pria yang karib disapa Andik tersebut.

Singkat cerita, Andik pun membeber panjang lebar sejarah alat musik yang oleh masyarakat Banyuwangi dikenal dengan istilah angklung paglak tersebut. Menurut dia, angklung paglak adalah kesenian pertama di Bumi Blambangan. Angklung paglak yang biasa dimainkan empat orang, itu pertama kali diperkenalkan oleh Mbah Kebo alias Mbah Buang sekitar tahun 1880. Mbah Kebo adalah warga asal Bali yang karena memiliki persoalan keluarga di tanah kelahirannya, dia hijrah ke Banyuwangi dan lantas bermukim di wilayah yang saat ini dikenal dengan Kampung Bali, Kelurahan Pengajuran, Kecamatan Banyuwangi.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | Next → | Last