Asyiknya Berburu Sunrise of Java di Tanggal 1 Januari 2017

0
124

Jadi Simbol Menyambut Perubahan Menuju Lebih Baik

MALAM tahun baru, Sabtu lalu (31/12), memang tidak jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Hampir seluruh warga merayakan  malam tahun dengan berbagai cara.  Ada yang jalan-jalan keliling kota dengan meniup terompet, hingga berpesta di berbagai tempat hiburan.  Ada juga yang merayakan dengan menya lakan kembang api, serta membakar ikan.

Sebagian lainnya menggelar tasyakuran akhir tahun seperti yang dilakukan ribuan warga di lapangan Taman Blambangan. Terlepas dari banyaknya cara warga untuk merayakan tahun barunya, ada cara lain yang kemarin mulai banyak dilakukan oleh warga  untuk merayakan tahun barunya.

Di pagi hari  tanggal 1 Januari 2017 kemarin, tepatnya saat  matahari mulai terbit. Banyak warga Banyuwangi  yang datang ke daerah pesisir untuk berburu momen matahari terbit pertama tahun 2017  di Pulau Jawa.  Matahari yang ditunggu kali ini memang terkesan lebih spesial lantaran terbitnya di awal tahun.

”Saya niat enggak tidur untuk mendapatkan Sunrise of Java di awal tahun 2017. Ini moment berharga bagi saya,” kata Benny Prambudi, 27, warga Singonegaran, Kecamatan Banyuwangi, yang berburu matahari terbit di Pantai Pulau  Santen, Minggu kemarin (1/1).

Menurut Benny, dengan mendapatkan moment matahari terbit di awal tahun ini, memang merupakan hal yang sangat spesial. Matahari terbit bisa menjadi simbol sebuah awal untuk  melakukan sesuatu hal. Di tanggal 1 Januari 2017 ini, dia berharap segala sesuatu yang dia  kerjakan bisa lebih baik dari tahun sebelumnya.

”Ini juga menjadi simbol untuk menyambut perubahan agar kita menjadi manusia yang lebih baik dari sebelumnya,” tambahnya. Deddy Anggri Ishwahyudi, 25, juga termasuk  salah satu warga pemburu matahari terbit di  tanggal 1 Januari 2017. Dia juga memiliki harapan  yang sama. Sampai-sampai, seperti tidak mau  ketinggalan, dia juga mengabadikan moment  matahari terbit itu dengan kamera DSLR miliknya.

”Setiap tahun saya selalu menunggu matahari terbit di pantai. Tahun kemarin di Pantai Boom, kali ini di Pulau Santen karena masuknya tidak bayar. Momen matahari terbit di tanggal 1 Januari  ini sangat penting menurut saya,” tandasnya.  Warga yang berburu matahari terbit juga tidak hanya banyak terjadi di Pulau Santen  saja.

Di Pantai Boom, Kelurahan Kampung Mandar juga banyak dikunjungi warga yang ingin menyaksikan pemandangan matahari  terbit di awal tahun ini. ”Sambil olahraga sambil menikmati matahari terbit di awal tahun. Kebetulan matahari terbit terlihat sempurna.  Mudah-mudahan ini menjadi awal baik di tahun 2017,” kata Soni Kurniawan, warga  Lingkungan Watubuncul, Kelurahan Boyolangu, Kecamatan Giri, Banyuwangi.

Sementara itu, malam tahun baru tahun ini memang jalanan terlihat lebih sepi dibandingkan  tahun sebelumnya. Sepinya kendaraan ini selain karena terkendala cuaca yang tidak bersahabat, juga karena banyak warga yang memilih untuk merayakan malam tahun barunya di rumah bersama keluarga.

”Memang sengaja tidak jalan-  jalan saat malam tahun baru. Lebih baik kumpul- kumpul dengan keluarga di rumah sambil  membakar ikan. Hal seperti ini saya kira lebih  bermakna untuk merayakan tahun baru ketimbang hura-hura di jalanan,’ cetus Sugeng Wibowo, salah satu warga Lingkungan Grajaban, Kelurahan Singonegaran, Kecamatan Banyuwangi.

Pantauan Jawa Pos Radar Banyuwangi, memang  ada sedikit perbedaan dari segi kepadatan kendaraan saat malam tahun kemarin dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Malam tahun baru kemarin suasana jalanan tidak seramai seperti malam tahun baru sebelum-sebelumnya.

Praktis, kemacetan panjang di berbagai objek vital saat malam tahun baru pun tidak sampai  terjadi begitu crowded. Hal ini berbanding terbalik saat hari H tahun baru tiba. Sejak pagi (1/1), kemarin jumlah kendaraan yang melintas di jalan raya terus  bertambah utamanya yang menuju tempat  wisata. Puluhan ribu kendaraan tercatat berseliweran di jalanan kota Banyuwangi pada  tanggal 1 Januari 2017 kemarin.

”Malam tahun baru kali ini memang lebih sepi. Kepadatan baru terjadi di tangga 1 Januari karena jumlah kendaraan memang banyak yang menuju ke tempat wisata. Tapi angka kecelakaan di Operasi  Lilin Semeru tahun ini menurun dibandingkan  tahun sebelumnya,” ungkap Kasatlantas Polres  Banyuwangi, AKP Supiyan. (radar)

Loading...