Awalnya Nagih Gaji, Kemudian Bunuh Juragan

0
496

GENTENG – Ada perkembangan terbaru dari penyidikan dua tersangka kasus pembunuhan ibu-anak di Dusun Pandan, Desa Kembiritan, Kecamatan Genteng, Banyuwangi. Kepada penyidik, dua tersangka mengaku awalnya men- datangi rumah juragan krupuk tersebut untuk menagih gaji. Dalam pemeriksaan itu juga diketahui bahwa Bayu, Dimas, Yazid, datang ke rumah Jane Ariswati alias Yeni, 57, pada Senin (21/05) pukul 18.00.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

“Ketika sampai di depan rumah korban, Bayu masuk lebih dulu, katanya menagih gaji. Dua tersangka lain menunggu di luar,” kata Kapolsek Genteng, Kompol Heru Kuswoto, kemarin (29/5). Beberapa menit kemudian, Bayu menelepon Dimas dan Yazid yang masih berada di luar agar menyusul ke dalam rumah. Nah, saat mereka bertiga berada di dalam rumah itulah pembunuhan sadis terhadap Yeni dan anaknya, Sherly Kurniawati, 18, itu dilakukan.

“Bagaimana cara mereka membunuh, hingga kini masih dalam pemeriksaan,” kata kapolsek. Mengenai motif pembunuhan, Kapolsek Heru mengungkapkan bahwa pembunuhan tersebut kemungkinan besar dilatarbelakangi dendam pribadi. Bayu dan Dimas mengaku kesal saat menjadi sopir dan kernet juragan kerupuk tersebut. “Motifnya kayaknya memang karena dendam itu,” tandasnya. Diberitakan kemarin, dua tersangka pembunuh Jane Ariswati alias Yeni, 57, dan putrinya, Sherly Kurniawati, terus diperiksa di Mapolsek Genteng sejak Senin (27/5).

Kedua tersangka, yaitu Dimas Yudo Pranoto, 25, warga Dusun Sawahan, Desa Genteng Kulon, dan Bayu Trilakasana Putra, 21, warga Dusun Cangaan, Desa Genteng Wetan, sama-sama pernah bekerja di rumah Yeni. Sementara itu, hingga kemarin Yazid masih buron. Polisi mengimbau agar dia segera menyerahkan diri. Sementara itu, jenazah Yeni dan Sherly sudah dimakamkan di pemakaman warga Tionghoa di Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng, Senin. Sebelumnya, jenazah mereka disemayamkan di Gedung Persemayaman di Dusun Curahtangi, Desa Setail, Kecamatan Genteng. (radar)