Bahan Baku Piring Lidi Sulit Dicari

0
265

GLAGAH – Semakin pesatnya pariwisata dan industri ekonomi kreatif tumbuh di Banyuwangi memberikan multi player effect pada sejumlah perajin. Salah satunya, perajin piring lidi di Desa Paspan, Kecamatan Glagah. Siapa sangka, lidi yang dulu hanya bisa dibuat menjadi sebuah sapu saja. Kini sudah mulai banyak dikembangkan menjadi sebuah karya seni yang bernilai jual sangat tinggi. Lidi dari janur pohon kelapa tersebut, dibentuk menjadi sebuah piring, dan lengser.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Siti Fatimah salah satu perajin, sudah menekuni dunia kerajinan lidi sejak belasan tahun silam. Awalnya, dia hanya penyuplai sapu lidi untuk daerah di Banyuwangi. Lidi tersebut, banyak dikirim ke Desa Gintangan, Kecamatan Rogojampi. Setelah lama mengirim dengan jumlah cukup banyak, ternyata lidi-lidi yang dikirimnya tersebut dirangkai menjadi sebuah piring yang unik dan menarik.  

Loading...

Melihat keuletan warga Desa Gintangan, Kecamatan Rogojampi itulah, wanita istri Samsul itu kemudian memberanikan diri untuk belajar cara membuat  nyaman piring lidi tersebut. Dalam tempo waktu hanya sekitar seminggu. Dia dan suaminya langsung bisa membuat piring lidi tersebut, dan memproduksinya sendiri. Dalam sehari, satu orang bisa membuat anyaman piring lidi tersebut sampai 40 buah piring.

Harga satu kodi piring lidi tersebut juga cukup terjangkau, yakni Rp 30 ribu. “Harga segitu harus ambil sendiri,” imbuhnya. Fatimah mengaku cukup khawatir terjadi kelangkaan bahan baku. Dalam beberapa tahun ketersediaan bahan baku mulai minim. Banyak warga setempat yang kini beralih profesi (radar)

Loading...

Kata kunci yang digunakan :