Bangun Pelelangan Ikan di Kawasan Marina

0
545

BANYUWANGI – Pembangunan marina di kawasan Pantai Boom, Banyuwangi, dipastikan tidak akan ‘mengorbankan’ nelayan dan pedagang kaki Iima (PKL) yang selama ini beroperasi dl pantai tersebut. Sebaliknya, kearifan lokal itu pasti akan menjadi ‘nyawa’ sekaligus daya tari tersendiri yang tidak dimiliki pelabuhan marina di negara lain.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Hal itu tertangkap dalam pemaparan desain pembangunan marina di aula Rempeg Jogopati kantor Pemkab Banyuwangi, Jumat malam lalu (9/1o). Pemaparan dilakukan langsung arsitek yang ditunjuk mendesain kawasan marina Boom Banyuwangi, Ahmad Djuhara.

Dalam Forum yang dihadiri Bupati Abdullah Azwar Anas dan para kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD) tersebut terungkap, selain akan membangun marina dengan fasilitas lengkap, seperti hotel, smartzone, resort berkonsep rumah Oseng, dan lain-lain, juga akan dilakukan penataan tempat pelelangan ikan (TPI).

Bukan itu saja, salah satu fungsi Pantai Boom sebagai tempat pendaratan penyu juga akan dipertahankan, caranya dengan menyiapkan area khusus untuk tempat penyu bertelur. Bupati Anas mengatakan, pembangunan marina di kawasan Pantai Boom tidak boleh menyingkirkan kapal-kapal rakyat.

Loading...

“Selain itu, setiap Minggu ada pasar kaget. Ini perlu ditata, jangan dihilangkan.” pintanya. Sementara itu, Ahmad Djuhara mengatakan, dirinya yakin, kearifan lokal justru menjadi kekuatan utama kawasan Pantai Boom. Menurut dia, kearifan lokal itu menjadi syarat utama dan tidak boleh disingkirkan.

Lanjutkan Membaca : 1 | 2