sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Pembangunan jalan tol Probolinggo-Situbondo-Banyuwangi (Prosiwangi) melibatkan peran sejumlah bank besar dalam pencairan dana untuk proyek strategis ini.
Bahkan sebelum pengerjaan konstruksi dimulai, dana pembiayaan sudah dicairkan untuk keperluan pembebasan lahan di sejumlah titik terdampak.
Menurut keterangan ANTARA, total dana yang dikucurkan untuk pembebasan lahan mencapai Rp4 triliun.
Dana tersebut sepenuhnya digunakan untuk menyelesaikan proses pembebasan tanah, sehingga konstruksi jalan tol bisa berjalan lancar tanpa hambatan administratif.
Peran Bank-Bank Besar
Beberapa bank nasional yang terlibat dalam pencairan dana ini antara lain Bank Mandiri, Bank BRI, Bank BCA, dan Bank BNI.
Khusus Bank Mandiri, mengambil porsi 25 persen dari total dana, atau setara Rp1 triliun.
Dana tersebut disalurkan langsung kepada PT Jasamarga Persero Tbk, melalui anak perusahaannya, PT Jasamarga Probolinggo Banyuwangi (JPB).
Pencairan dana sebelum konstruksi menjadi langkah strategis untuk memastikan kelancaran pembangunan jalan tol hingga ke Situbondo, yang saat ini sudah berada pada tahap pembangunan.
Dengan dana yang tersedia, proses pembebasan lahan bisa dilakukan lebih cepat dan transparan, mengurangi potensi konflik dengan pemilik lahan.
Manfaat Dana untuk Proyek Tol
Proses pembebasan lahan merupakan salah satu tahapan krusial dalam pembangunan infrastruktur tol.
Dana yang telah dikucurkan memungkinkan negosiasi ganti rugi lahan, administrasi sertifikat, hingga pembayaran pemilik tanah berjalan tepat waktu.
Dengan begitu, pekerjaan konstruksi bisa dimulai tanpa tertunda akibat masalah lahan.
Sumber: Radar Situbondo, ANTARA
Page 2
Menurut sumber dari PT Jasamarga, penyaluran dana melalui bank besar ini tidak hanya menjamin ketersediaan modal, tetapi juga memberikan kepastian hukum dan transparansi keuangan, sehingga proyek tol Prosiwangi tetap aman dari risiko finansial.
Tahap Pembangunan Jalan Tol Prosiwangi
Jalan tol Prosiwangi menjadi salah satu proyek infrastruktur penting yang menghubungkan Probolinggo hingga Banyuwangi. Saat ini, pembangunan sudah mencapai wilayah Situbondo.
Dengan dukungan pendanaan dari bank besar, diharapkan proyek ini bisa selesai tepat waktu dan meningkatkan konektivitas serta efisiensi transportasi di wilayah Jawa Timur bagian timur.
Keterlibatan Bank Mandiri, BRI, BCA, dan BNI dalam pencairan dana pembebasan lahan senilai Rp4 triliun menunjukkan sinergi pemerintah, BUMN, dan perbankan untuk percepatan pembangunan infrastruktur strategis.
Dengan langkah ini, proyek jalan tol Prosiwangi diyakini akan mendukung pertumbuhan ekonomi regional, membuka peluang investasi baru, dan mempercepat mobilitas masyarakat di jalur timur Jawa. (*)
Sumber: Radar Situbondo, ANTARA
Page 3
sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Pembangunan jalan tol Probolinggo-Situbondo-Banyuwangi (Prosiwangi) melibatkan peran sejumlah bank besar dalam pencairan dana untuk proyek strategis ini.
Bahkan sebelum pengerjaan konstruksi dimulai, dana pembiayaan sudah dicairkan untuk keperluan pembebasan lahan di sejumlah titik terdampak.
Menurut keterangan ANTARA, total dana yang dikucurkan untuk pembebasan lahan mencapai Rp4 triliun.
Dana tersebut sepenuhnya digunakan untuk menyelesaikan proses pembebasan tanah, sehingga konstruksi jalan tol bisa berjalan lancar tanpa hambatan administratif.
Peran Bank-Bank Besar
Beberapa bank nasional yang terlibat dalam pencairan dana ini antara lain Bank Mandiri, Bank BRI, Bank BCA, dan Bank BNI.
Khusus Bank Mandiri, mengambil porsi 25 persen dari total dana, atau setara Rp1 triliun.
Dana tersebut disalurkan langsung kepada PT Jasamarga Persero Tbk, melalui anak perusahaannya, PT Jasamarga Probolinggo Banyuwangi (JPB).
Pencairan dana sebelum konstruksi menjadi langkah strategis untuk memastikan kelancaran pembangunan jalan tol hingga ke Situbondo, yang saat ini sudah berada pada tahap pembangunan.
Dengan dana yang tersedia, proses pembebasan lahan bisa dilakukan lebih cepat dan transparan, mengurangi potensi konflik dengan pemilik lahan.
Manfaat Dana untuk Proyek Tol
Proses pembebasan lahan merupakan salah satu tahapan krusial dalam pembangunan infrastruktur tol.
Dana yang telah dikucurkan memungkinkan negosiasi ganti rugi lahan, administrasi sertifikat, hingga pembayaran pemilik tanah berjalan tepat waktu.
Dengan begitu, pekerjaan konstruksi bisa dimulai tanpa tertunda akibat masalah lahan.
Sumber: Radar Situbondo, ANTARA








