Kumpulan Berita Terkini Seputar Banyuwangi
English VersionBahasa Indonesia

48 Masjid di Banyuwangi Disiapkan Jadi Masjid Ramah Pemudik Saat Idul Fitri 1447 H, Tersebar di Jalur Strategis Mudik

48-masjid-di-banyuwangi-disiapkan-jadi-masjid-ramah-pemudik-saat-idul-fitri-1447-h,-tersebar-di-jalur-strategis-mudik
48 Masjid di Banyuwangi Disiapkan Jadi Masjid Ramah Pemudik Saat Idul Fitri 1447 H, Tersebar di Jalur Strategis Mudik

sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Menjelang perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah, puluhan masjid di Banyuwangi disiapkan sebagai Masjid Ramah Pemudik (MRP) untuk mendukung kenyamanan masyarakat yang melakukan perjalanan mudik.

Sebanyak 48 masjid yang tersebar di berbagai wilayah Banyuwangi akan difungsikan sebagai tempat singgah bagi para pemudik.

Masjid-masjid tersebut berada di jalur strategis yang banyak dilalui kendaraan saat arus mudik Lebaran.

Melalui program ini, para pemudik yang melintasi Banyuwangi dapat memanfaatkan masjid sebagai tempat beristirahat, beribadah, hingga memperoleh berbagai layanan dasar selama perjalanan.

7-13-maret-628259139.jpeg

Tersebar di Jalur Strategis Banyuwangi

Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Banyuwangi, Chaironi Hidayat, mengatakan puluhan masjid yang ditunjuk sebagai MRP telah dipetakan berdasarkan lokasi yang berada di jalur utama perjalanan mudik.

Masjid-masjid tersebut tersebar di berbagai kecamatan, mulai dari wilayah utara hingga selatan Banyuwangi.

“Sebanyak 48 masjid di Banyuwangi siap menjadi Masjid Ramah Pemudik yang terletak di jalur strategis yang banyak dilalui pemudik, mulai dari Kecamatan Wongsorejo hingga Kalibaru, serta dari kawasan Licin sampai Pesanggaran,” ujarnya.

Dengan sebaran tersebut, pemudik yang melintas di hampir seluruh wilayah Banyuwangi diharapkan dapat dengan mudah menemukan tempat istirahat yang aman dan nyaman.

Tempat Singgah untuk Istirahat dan Beribadah

Chaironi menjelaskan, keberadaan Masjid Ramah Pemudik tidak hanya dimaksudkan sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai lokasi singgah bagi para musafir yang melakukan perjalanan jauh.

Para pemudik dapat memanfaatkan masjid untuk beristirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan menuju kampung halaman.

Program ini juga diharapkan mampu memberikan nilai manfaat lebih bagi keberadaan masjid di tengah masyarakat.

“MRP ini nantinya diharapkan memberikan nilai manfaat lebih bagi keberadaan masjid sekaligus mendekatkan masyarakat kepada tempat ibadah,” katanya.

Selain itu, program ini juga diharapkan dapat memperkuat hubungan sosial dan kebersamaan antarumat.


Page 2


Page 3

Sebaran masjid yang menjadi bagian dari program Masjid Ramah Pemudik relatif merata di hampir seluruh kecamatan di Banyuwangi.

Di wilayah barat Banyuwangi seperti Kecamatan Kalibaru terdapat satu masjid yang disiapkan sebagai titik MRP. Sementara di wilayah timur seperti Kecamatan Wongsorejo terdapat enam masjid yang siap melayani pemudik.

Dari seluruh kecamatan di Banyuwangi, hanya dua kecamatan yang tidak memiliki masjid dalam program tersebut, yakni Kecamatan Sempu dan Kecamatan Tegalsari.

Dengan sebaran tersebut, diharapkan pemudik yang melintas di jalur utama maupun jalur alternatif tetap dapat mengakses fasilitas masjid dengan mudah.

Masjid yang ditunjuk sebagai titik Masjid Ramah Pemudik nantinya akan menyediakan berbagai fasilitas untuk menunjang kenyamanan para pemudik.

Beberapa fasilitas yang disiapkan di antaranya membuka akses masjid selama 24 jam, menyediakan area parkir yang aman, serta memastikan keamanan lingkungan masjid.

Selain itu, pengurus masjid juga akan menyediakan toilet bersih, tempat wudu yang memadai, hingga ruang salat yang nyaman bagi para musafir.

Tidak hanya itu, beberapa fasilitas tambahan juga akan disiapkan untuk mendukung kebutuhan pemudik selama perjalanan.

Di antaranya fasilitas pengisian daya gawai, area istirahat, hingga pusat informasi perjalanan yang dapat membantu pemudik mendapatkan informasi rute perjalanan.

Sebagian masjid bahkan menyiapkan layanan air minum maupun makanan ringan yang dapat dinikmati pemudik secara gratis.

Beberapa masjid yang memiliki kapasitas parkir luas juga memungkinkan pemudik untuk berhenti sejenak tanpa mengganggu arus lalu lintas di sekitar jalur mudik.

Mengenalkan Fungsi Masjid yang Lebih Universal

Chaironi menambahkan, program Masjid Ramah Pemudik juga memiliki tujuan yang lebih luas, yakni mengenalkan fungsi masjid yang lebih universal bagi kemaslahatan umat.

Masjid diharapkan tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga menjadi ruang sosial yang memberikan manfaat bagi masyarakat luas, termasuk para musafir.

“MRP ini juga bertujuan mengenalkan fungsi masjid yang universal untuk kemaslahatan umat serta mempererat ukhuwah,” ungkapnya.

Melalui program tersebut, masjid diharapkan dapat menjadi tempat yang terbuka bagi siapa saja yang membutuhkan bantuan selama perjalanan.