Kumpulan Berita Terkini Seputar Banyuwangi
English VersionBahasa Indonesia

H-12 Lebaran 2026, Penumpang Penyeberangan Bali–Ketapang Tembus 38 Ribu Orang dalam Dua Hari

h-12-lebaran-2026,-penumpang-penyeberangan-bali–ketapang-tembus-38-ribu-orang-dalam-dua-hari
H-12 Lebaran 2026, Penumpang Penyeberangan Bali–Ketapang Tembus 38 Ribu Orang dalam Dua Hari

sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Aktivitas penyeberangan di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, mulai menunjukkan peningkatan menjelang arus mudik Lebaran 2026.

Memasuki H-12 Idul Fitri, jumlah penumpang yang menyeberang dari Bali menuju Pulau Jawa meningkat cukup signifikan.

Berdasarkan data yang dihimpun dari otoritas pelabuhan, pada akhir pekan Sabtu (7/3) hingga Minggu (8/3) tercatat sebanyak 38.845 orang menyeberang dari Pelabuhan Gilimanuk, Bali menuju Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi.

Peningkatan tersebut menunjukkan mulai bergeraknya arus mobilitas masyarakat dari Bali menuju Jawa menjelang musim mudik Lebaran.

7-13-maret-628259139.jpeg

Lonjakan Penumpang Terjadi pada Akhir Pekan

Jumlah penumpang yang menyeberang menuju Jawa mengalami peningkatan cukup tajam dibandingkan awal Maret lalu.

Sebelumnya, pada awal bulan tercatat hanya sekitar 13.365 orang dengan total 4.454 kendaraan yang menyeberang dari Bali menuju Banyuwangi.

Namun pada Sabtu (7/3), jumlah penumpang meningkat menjadi 18.096 orang dengan total kendaraan mencapai 5.961 unit.

Keesokan harinya, Minggu (8/3), jumlah penumpang kembali mengalami kenaikan menjadi 20.749 orang dengan total kendaraan yang menyeberang mencapai 6.458 unit.

Data tersebut menunjukkan adanya tren peningkatan aktivitas penyeberangan, terutama saat akhir pekan.

Kendaraan Didominasi Sepeda Motor

Jika dilihat dari jenis kendaraan, pergerakan kendaraan dari Pelabuhan Gilimanuk menuju Pelabuhan Ketapang didominasi sepeda motor.

Pada Sabtu (7/3), tercatat sebanyak 2.245 sepeda motor menyeberang menuju Banyuwangi.

Selain itu terdapat 1.475 kendaraan kecil, 242 armada bus, serta 1.999 unit truk yang melintas melalui jalur penyeberangan tersebut.

Sedangkan pada Minggu (8/3), jumlah kendaraan juga mengalami peningkatan.


Page 2


Page 3

Dari total kendaraan yang menyeberang, terdapat 2.348 sepeda motor, 1.798 kendaraan kecil, 289 bus, serta 2.023 unit truk yang bergerak menuju Jawa melalui Pelabuhan Ketapang.

Dominasi kendaraan roda dua tersebut menunjukkan sebagian besar penumpang merupakan pengguna sepeda motor yang melakukan perjalanan jarak jauh.

Pergerakan dari Ketapang ke Bali Juga Meningkat

Tidak hanya dari arah Bali menuju Jawa, peningkatan aktivitas penyeberangan juga terlihat dari arah sebaliknya, yakni dari Pelabuhan Ketapang menuju Pelabuhan Gilimanuk.

Pada Sabtu (7/3), jumlah penumpang yang menyeberang dari Banyuwangi menuju Bali tercatat sebanyak 13.879 orang.

Jumlah tersebut meningkat menjadi 16.757 orang pada Minggu (8/3).

Peningkatan juga terlihat pada jumlah kendaraan yang menyeberang ke Bali.

Total kendaraan yang menyeberang dari Ketapang meningkat dari 4.069 unit pada Sabtu menjadi 5.300 unit pada Minggu.

Kenaikan paling terlihat pada kendaraan roda dua yang meningkat dari 758 unit menjadi 974 unit.

Sementara kendaraan kecil meningkat dari 1.234 unit menjadi 1.394 unit.

Selain itu, kendaraan angkutan barang juga mengalami kenaikan cukup signifikan.

Jumlah truk meningkat dari 1.841 unit menjadi 2.659 unit, sedangkan armada bus bertambah dari 236 unit menjadi 273 unit.

Lonjakan Belum Signifikan

Koordinator Satuan Pelayanan Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Ketapang Bayu Kusumo Nugroho membenarkan adanya peningkatan jumlah penumpang dan kendaraan yang menyeberang dari Bali menuju Jawa.

Menurutnya, peningkatan tersebut mulai terlihat sejak Sabtu hingga Senin pagi.

Meski demikian, secara umum pergerakan arus kendaraan dan penumpang masih tergolong normal dan belum menunjukkan lonjakan signifikan seperti yang biasanya terjadi saat puncak arus mudik Lebaran.

“Memang ada peningkatan jumlah kendaraan dari arah Bali pada Sabtu, Minggu, hingga Senin pagi. Namun secara umum angkanya masih normal,” ujarnya.