Kumpulan Berita Terkini Seputar Banyuwangi
English VersionBahasa Indonesia

Dishub Banyuwangi Minta Jukir Ikut Atur Lalu Lintas dan Waspada Curanmor di Pusat Keramaian

dishub-banyuwangi-minta-jukir-ikut-atur-lalu-lintas-dan-waspada-curanmor-di-pusat-keramaian
Dishub Banyuwangi Minta Jukir Ikut Atur Lalu Lintas dan Waspada Curanmor di Pusat Keramaian

sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Dinas Perhubungan (Dishub) Banyuwangi meminta para juru parkir (jukir) ikut berperan aktif membantu kelancaran arus lalu lintas di sejumlah titik keramaian. Langkah ini dilakukan menyusul meningkatnya mobilitas masyarakat di berbagai lokasi publik.

Aktivitas warga yang semakin padat terlihat di pusat perbelanjaan, pasar tradisional, hingga sejumlah kawasan publik lainnya. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan kepadatan kendaraan jika tidak diatur dengan baik.

Karena itu, Dishub Banyuwangi menilai peran jukir tidak hanya sebatas menata kendaraan yang diparkir, tetapi juga membantu mengarahkan arus kendaraan yang keluar masuk area parkir agar tidak mengganggu lalu lintas di sekitarnya.

7-13-maret-628259139.jpeg

Kepala Dinas Perhubungan Banyuwangi Komang Sudiratmaja melalui Kasubsi Perparkiran Dishub Banyuwangi Wahyuono mengatakan, keterlibatan jukir sangat penting dalam menjaga kelancaran arus kendaraan, terutama di kawasan yang rawan terjadi kemacetan.

“Peran jukir ini penting, karena demi kelancaran arus mudik dan balik nantinya. Ditambah lagi, mobilitas masyarakat di pusat kota yang terus semakin meningkat,” katanya, Senin (9/3).

Menurut Wahyuono, saat ini aktivitas masyarakat di berbagai pusat kegiatan ekonomi dan sosial memang mengalami peningkatan. Hal ini membuat volume kendaraan yang keluar masuk area parkir juga semakin tinggi.

Dalam kondisi tersebut, jukir diharapkan dapat membantu mengatur kendaraan agar tidak menimbulkan antrean panjang di sekitar lokasi parkir yang berpotensi mengganggu kelancaran lalu lintas.

“Mobilitas masyarakat saat ini cukup tinggi, khususnya di pusat perbelanjaan dan tempat-tempat umum. Kami meminta para juru parkir ikut membantu mengatur kendaraan agar arus lalu lintas tetap lancar,” jelasnya.

Selain membantu kelancaran lalu lintas, Dishub Banyuwangi juga mengingatkan para jukir untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi tindak pidana pencurian kendaraan bermotor (curanmor).

Jukir diminta lebih teliti memperhatikan kendaraan yang diparkir serta memantau aktivitas mencurigakan di sekitar area parkir.

Menurut Wahyuono, keterlibatan jukir dalam menjaga keamanan kendaraan merupakan bagian dari upaya pencegahan kejahatan sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat.

“Kami juga mengingatkan para jukir agar lebih waspada dan memperhatikan kendaraan yang diparkir, sehingga dapat membantu mencegah terjadinya curanmor,” ujarnya.

Peran aktif jukir dinilai sangat strategis karena mereka berada langsung di lapangan dan memiliki akses pengawasan terhadap kendaraan yang diparkir.


Page 2


Page 3

sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Dinas Perhubungan (Dishub) Banyuwangi meminta para juru parkir (jukir) ikut berperan aktif membantu kelancaran arus lalu lintas di sejumlah titik keramaian. Langkah ini dilakukan menyusul meningkatnya mobilitas masyarakat di berbagai lokasi publik.

Aktivitas warga yang semakin padat terlihat di pusat perbelanjaan, pasar tradisional, hingga sejumlah kawasan publik lainnya. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan kepadatan kendaraan jika tidak diatur dengan baik.

Karena itu, Dishub Banyuwangi menilai peran jukir tidak hanya sebatas menata kendaraan yang diparkir, tetapi juga membantu mengarahkan arus kendaraan yang keluar masuk area parkir agar tidak mengganggu lalu lintas di sekitarnya.

7-13-maret-628259139.jpeg

Kepala Dinas Perhubungan Banyuwangi Komang Sudiratmaja melalui Kasubsi Perparkiran Dishub Banyuwangi Wahyuono mengatakan, keterlibatan jukir sangat penting dalam menjaga kelancaran arus kendaraan, terutama di kawasan yang rawan terjadi kemacetan.

“Peran jukir ini penting, karena demi kelancaran arus mudik dan balik nantinya. Ditambah lagi, mobilitas masyarakat di pusat kota yang terus semakin meningkat,” katanya, Senin (9/3).

Menurut Wahyuono, saat ini aktivitas masyarakat di berbagai pusat kegiatan ekonomi dan sosial memang mengalami peningkatan. Hal ini membuat volume kendaraan yang keluar masuk area parkir juga semakin tinggi.

Dalam kondisi tersebut, jukir diharapkan dapat membantu mengatur kendaraan agar tidak menimbulkan antrean panjang di sekitar lokasi parkir yang berpotensi mengganggu kelancaran lalu lintas.

“Mobilitas masyarakat saat ini cukup tinggi, khususnya di pusat perbelanjaan dan tempat-tempat umum. Kami meminta para juru parkir ikut membantu mengatur kendaraan agar arus lalu lintas tetap lancar,” jelasnya.

Selain membantu kelancaran lalu lintas, Dishub Banyuwangi juga mengingatkan para jukir untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi tindak pidana pencurian kendaraan bermotor (curanmor).

Jukir diminta lebih teliti memperhatikan kendaraan yang diparkir serta memantau aktivitas mencurigakan di sekitar area parkir.

Menurut Wahyuono, keterlibatan jukir dalam menjaga keamanan kendaraan merupakan bagian dari upaya pencegahan kejahatan sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat.

“Kami juga mengingatkan para jukir agar lebih waspada dan memperhatikan kendaraan yang diparkir, sehingga dapat membantu mencegah terjadinya curanmor,” ujarnya.

Peran aktif jukir dinilai sangat strategis karena mereka berada langsung di lapangan dan memiliki akses pengawasan terhadap kendaraan yang diparkir.