Kumpulan Berita Terkini Seputar Banyuwangi
English VersionBahasa Indonesia
Sosial  

Bantu Tingkatkan Ekonomi Masyarakat

Daftarkan email Anda untuk Berlangganan berita dikirim langsung ke mailbox Anda

BANYUWANGI – Tingginya minat baca suatu daerah bisa membangun karakter dan mengembangkan ekonomi masyarakat. Hal tersebut diungkapkan Sekretaris Perpustakaan Nasional Indonesia, Nurcahyono, di sela-sela kegiatan safari gerakan nasional membaca di Gedung Wanita Paramitha Kencana kemarin (13/5).

Dengan membaca, pola pikir masyarakat bisa berubah lebih maju. Oleh karena itu, Pemerintah  pusat melalui perpustakaan nasional datang ke daerah untuk melakukan promosi gemar membaca dalam rangka meningkatkan minat baca masyarakat.

“Dengan gerakan membaca akan terbentuk pola pikir masyarakat yang cerdas dan berkarakter. Hal tersebut juga akan diikuti pengembangan ekonomi mereka,” kata Nurcahyono. Harapannya, perekonomian masyarakat akan meningkat dan mampu menyokong bangsa Indonesia untuk menjadi bangsa yang kuat dan mampu bersaing dengan bangsa lain.

Mendukung upaya tersebut dimulai dengan membudayakan perpustakaan. Sementara itu, Kepala Perpustakaan Daerah Arsip dan Dokumentasi Banyuwangi, Riyanti Ananta mengatakan, pemerintah daerah siap mendukung program tersebut.

Bahkan, beberapa upaya telah dilakukan dan kini membuahkan hasil, di antaranya menyediakan moda untuk perpustakaan keliling baik roda dua maupun roda empat. Saat ini ada 30 unit kendaraan roda dua dan enam unit roda empat sebagai perpustakaan keliling.

Armada roda dua, ujar Riyanti, ditempatkan di masingmasing kecamatan. Moda roda empat wilayah kerjanya masih di sekitar kantor Perpustakaan Arsip dan Dokumentasi. “Armada tersebut setiap hari berkeliling di sekitar keramaian dan keramaian,” ujar Riyanti.

Bahkan, untuk menggaet masyarakat membaca, petugas perpustakaan keliling memberi suguhan makanan dan minuman ringan secara gratis. Selain itu, perpustakaan daerah juga telah melakukan kerja sama dengan perpustakaan nasional untuk mengimplementasikan teknologi informasi (TI) pada perpustakaan daerah 14 April 2014 lalu.

Pengunjung perpustakaan dibuat nyaman dengan layanan yang berbasis TI. “Setelah kerja sama tersebut minat baca meningkat. Hal tersebut terlihat dari peningkatan jumlah kunjungan meningkat 200 persen dari sebelumnya,” jelasnya. Kini anggota perpustakaan berjumlah sekitar 2.000 orang.

“Sebelumnya hanya sekitar 500 anggota. Sekarang dari berbagai kalangan usia berbondong-bondong menjadi anggota perpustakaan,” ungkapnya. Kedepan, pihaknya berencana menambah moda perpustakaan keliling yang bisa menjangkau daerah-daerah pelosok.(radar)