Banyuwangi dan Warung Pintar Kolaborasi Gelar Hackathon Pintar 1.0

0
267
Foto: surya.co.id

BANYUWANGI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi berkolaborasi dengan startup teknologi ritel Warung Pintar menggelar ajang Hackathon Pintar 1.0 di Pendopo Sabha Swagata Blambangan.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Ajang yang digelar selama dua hari Jumat (29/3/2019) hingga Sabtu (30/3/2019) tersebut dimaksudkan untuk menciptakan sebuah inovasi teknologi aplikasi dalam rangka memudahkan masyarakat di bidang pariwisata dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Banyuwangi.

”Hackathon ini kalau di pemerintahan semacam Musyawarah Perencanaan Pembangunan atau Musrenbang. Ini Musrenbang gaya baru. Kita ajak anak-anak muda urun solusi lewat teknologi, apa sih yang mereka tawarkan dan rencanakan untuk meningkatkan kinerja pariwisata dan usaha mikro, kecil, menengah (UMKM),” ujar Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas seperti dilansir dari surya.co.id.

Bupati Anas mengatakan, ajang ini adalah wujud pemerintahan kolaboratif.

“Di era saat ini, tidak bisa lagi pemerintah daerah merasa sok pintar, sehingga yang harus dilakukan adalah kolaborasi,” ujar Anas.

Anas mengungkapkan dirinya akan membuat ajang hackathon seri berikutnya. Nantinya, jelas Anas, akan ada Hackathon Pelayanan Publik, untuk mencari ide segar layanan warga. Ada juga Hackathon Anggaran Publik untuk mencari terobosan pengelolaan APBD yang makin akuntabel.

Hackathon sendiri adalah ajang pengembangan teknologi untuk tujuan tertentu. Di ajang Hackathon Banyuwangi ini, para pengembangan perangkat lunak dan perangkat keras berkolaborasi, mulai pemrogram komputer, desainer grafis, hingga desainer antarmuka, untuk menciptakan teknologi bagi pengembangan wisata dan UMKM.

Sebanyak 150 orang terbagi dalam 50 tim yang mana anak milenial pengembang teknologi dari berbagai daerah seperti Surabaya, Bali, Jember, Banten, Malang, Bandung, dan Balikpapan, turut ambil bagian dalam kompetisi ini.

”Kami pilih tiga tim pemenang untuk mendapatkan total hadiah Rp 30 juta,” imbuhnya.

Putu Gery Wahyu salah seorang peserta asal Bandung mengaku selain untuk menuangkan ide-ide dari kegiatan tersebut juga untuk travelling ke Banyuwangi.

“Kebetulan Banyuwangi lagi jadi buah bibir wisata, makanya ke sini sekalian ingin mengeksplorasi destinasi wisatanya,” ujar mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) itu.

Gery bersama dua rekannya membuat aplikasi bernama “Jelajah Banyu” yang menawarkan kemudahan bagi wisatawan yang ingin mengeksplorasi Banyuwangi.

“Misalnya saat wisatawan klik Pantai Bangsring Underwater, muncul fasilitas apa saja yang bisa dinikmati, mulai diving, snorkeling, hingga melihat baby hiu, sehingga tidak perlu bingung bertanya lagi,” terang Gery.

Chief Technology Officer Warung Pintar Sofian Hadiwijaya mengungkapkan bahwa peserta kompetisi merupakan tim pilihan yang proposal karyanya telah diseleksi terlebih dahulu.

“Dari 88 tim yang mendaftar, kita hanya pilih 50 tim terbaik untuk ikut ajang ini. Selanjutnya, saat Hackathon berlangsung, mereka diberi waktu 24 jam untuk merealisasikan idenya. Juri akan melihat originalitas ide, konsep, dan manfaatnya kepada masyarakat Banyuwangi,” ujarnya.

Loading...

There were no listings found.