Banyuwangi Paling Inovatif se-Jatim

0
613
RANCAK: Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) tingkat Jawa Timur diramaikan hiburan tari daerah di Taman Blambangan, Banyuwangi, pagi kemarin.

BANYUWANGI – Berbagai penghargaan terus diukir rakyat Banyuwangi. Kali ini, penghargaan diterima Bupati Abdullah Azwar Anas dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim). Pemprov Jatim menobatkan Bupati Anas sebagai bupati paling inovatif dalam pelayanan kesehatan. Penghargaan diserahkan Asisten III Sekdaprov Jatim Edi Purwinarto Program itu, antara lain Harapan Keluarga Peduli Anak Sejak Dini (Harga Pas) dan Anak Tumbuh Optimal Berkualitas dan Cerdas (Anak TokCer).


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Bupati Anas sejak pemimpin Banyuwangi banyak  melahirkan program inovatif layanan kesehatan,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Jatim, dr Budi Rahaju. Selain itu, Bupati Anas dinilai berhasil mendorong pembangunan kesehatan di Banyuwangi dengan program kre atif. Sehingga, Banyuwangi berperan besar dalam menjaga dan melestarikan kesehatan war ga Jatim di pintu paling timur Pulau Jawa. Selain Harga Pas dan Anak Tok cer, penghargaan tersebut di berikan kepada Bupati Anas karena sukses mendorong lima desa menjadi open defecation free (ODF) atau desa bebas BAB sembarangan.

Kelima desa tersebut adalah Desa Bulusari, Kecamatan Kalipuro; Desa Wonosobo, Kecamatan Ba ngorejo; dan Rejoagung, Kecamatan Srono; serta Desa Sidodadi, Kecamatan Wongsorejo. Plt Kepala Dinas Kesehatan dr. Widji Lestariono menjelaskan, program Harga Pas dan Anak Tokcer merupakan program yang digagas Pemkab Banyuwangi guna mewujudkan peningkatan kualitas kesehatan masyarakat yang berbasis keluarga. Kedua program tersebut mengajak semua keluarga peduli kesehatan anak sejak dini, yakni sejak masa anak di dalam kandungan.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | Next → | Last

Baca :
Meriahnya Tradisi Endog-endogan Banyuwangi, Arak Ribuan Telur dari 5 Penjuru