Banyuwangi sebagai Kota Pisang Tempo Dulu

0
1287

banyuwangiBukan hanya Banyak, Tapi juga Punya Pisang Khas


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

DIKETAHUI bersama, Banyuwangi dulu berjuluk kota pisang. Banyak yang mengetahui itu, bahkan tidak sedikit yang bisa menceritakan dengan lancar, terutama orang-orang yang kini sudah paro baya. Bagi anak-anak, mungkin mereka tidak pernah mendengar tersohornya Banyuwangi sebagai kota pisang. Mereka hanya mendengar cerita itu dari orang tua dan kakek-neneknya. Entah mulai kapan predikat kota pisang disandang Banyuwangi, belum ada yang bisa menjawab secara meyakinkan.

Hanya didapat keterangan, Banyuwangi mendapat julukan kota pisang karena produksi pisang di Banyuwangi sangat melimpah. Memang iya, tidak sedikit informan yang ditemui Jawa Pos Radar Banyuwangi menyebut Banyuwangi dijuluki kota pisang karena pisang di Banyuwangi sangat melimpah. Apalagi, itu didukung data tertulis yang disimpan Belanda. Bahwa banyak pisang Banyuwangi yang diekspor ke Australia. Bahkan, konon Belanda menulis pula nama kapal dan jumlah tandan dalam setiap pengiriman ke Australia. 

Pengiriman itu dilakukan dari Pelabuhan Boom, yakni pelabuhan terbesar di Banyuwangi yang saat itu melayani pelayaran lintas benua. “Itu yang saya dengar. Ingin lebih jelasnya, silakan cek sendiri sumbernya di Belanda,” kata Fatah Yasin Noor, anggota Dewan Kesenian Blambangan (DKB). Pisang memang tumbuhan yang mudah hidup. Sehingga, tidak sulit bagi pisang untuk beradaptasi di alam Bumi Blambangan ini. Demi mendapat keterangan lebih banyak tentang istilah kota pisang, Jawa Pos Radar Banyuwangi pun menemui orang-orang yang sehari-hari bergelut dengan pisang.

Meskipun bukan seorang ahli botani, paling tidak keterangan mereka tentang perpisangan bisa menjadi tambahan data dan pengetahuan. Dan, siapa tahu juga ada hal baru yang terungkap terkait istilah kota pisang dari mulut mereka. Jawa Pos Radar Banyuwangi pun menemui para pengusaha sale pisang di Lingkungan Sukowidi, Kelurahan Klatak. Yang berhasil ditemui adalah Sinar Lintang, 36, dan Nanang, 35. Keduanya warga Lingkungan Sukowidi. Dalam diskusi singkat dengan Jawa Pos Radar Banyuwangi, mereka tidak menampik Banyuwangi kaya pisang.  

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | Next → | Last