Banyuwangi Terapkan Sistem Geospasial Untuk Pendaftaran Siswa Baru

0
501

BANYUWANGI – Banyuwangi menerapkan sistem zonasi online menggunakan koordinat rumah berbasis geospasial pada penerimaan peserta didik baru (PPDB). Cara ini dilakukan untuk mempertajam sistem zonasi sebagaimana Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI No 14/2018 tentang PPDB.

Bupati Abdullah Azwar Anas mengatakan, pada musim tahun ajaran baru 2018 ini, Banyuwangi mulai menerapkan sistem zonasi online berbasis geospasial pada pelaksanaan PPDB tingkat SMP. Sebelumnya, sistem yang diterapkan baru berbasis kecamatan yang tidak bisa mengukur jarak rumah siswa ke sekolah secara signifikan, sehingga ada peluang manipulasi data.

“Selama ini sekolah favorit pasti menjadi incaran banyak siswa. Sehingga sekolah favorit akan terus berisi anak-anak pintar dan sekolah pinggiran akan sulit bersaing. Adanya peraturan zonasi berdasarkan kecamatan juga masih bisa disiasati oleh pendaftar. Makanya PPDB di Banyuwangi kita buat sistem online, dengan penghitungan jarak berdasar koordinat rumah berbasis geospasial. Dengan sistem ini pengukuran jarak rumah dengan sekolah dilakukan secara real time saat siswa mendaftar,” kata Bupati Anas, Rabu (4/7/2018).

Pada PPDB tahun ini, ada dua pertimbangan untuk menentukan lolos tidaknya siswa. Yaitu skor jarak (jarak rumah ke sekolah) dan skor USBN (ujian sekolah berstandar nasional). Skor jarak lebih besar porsinya ketimbang skor USBN yakni 60 persen berbanding 40 persen. Skor jarak inilah yang akan dihitung oleh sistem saat siswa mendaftar pada sekolah yang dipilih. Maka nilai USBN tinggi belum menjadi jaminan seorang siswa bisa masuk ke sekolah yang dituju.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | Next → | Last

Baca :
Ratusan Siswa SMPIT Insan Kamil Sidoarjo Studi Wisata Terintegrasi di Banyuwangi