Baru Bikin Sepatu kalau Ada Pemesan

0
1419

SEMPU- Potensi yang dimiliki desa- desa di wilayah Banyuwangi memang tak ada habisnya. Tak hanya menyuguhkan kuliner, wisata, dan budaya, tapi juga kerajinan. Berbagai macam potensi itu mampu dikembangkan oleh masyarakat desa. Sehingga bisa menghasilkan pundi- pundi bahkan mampu mengentas pengangguran.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Di Desa Jembewangi, Kecamatan Sem- pu, misalnya. Di desa ini terdapat industri rumahan yang tak kalah kualitas dengan industri besar. Yakni kerajinan sepatu. Usaha rumahan yang dirintis Agus ini dimulai pada 1997 silam. Kini, sepatu made in Jambewangi sudah dikenal luas oleh warga sekitar Jambewangi hingga seluruh Sempu. “Kami memang tidak memproduksinya secara masal. Sebab, kami hanya menerima pesanan saja.

Jika ada pesanan, baru kami buat,” ujar Agus, pemilik home industry sepatu Jambewangi. Meski hanya melayani pesanan, Agus setiap harinya menerima tak kurang dari 20 pasang pesanan sepatu. Semua sepatu buatan Agus berasal dari kulit. Itu bisa dimaklumi, selain untuk menjaga kualitas, sepatu dari kulit lebih awet dibanding dari bahan lainnya.

Selain itu, sepatu dari kulit memiliki nilai estetika tinggi. “Meski terbuat dari kulit, sepatu bikinankami harganya murah kok. Yang paling murah Rp 100 ribu, dan paling mahal Rp 150 ribu,” kata Agus, yang mengaku asli Tanggulangin, Sidoarjo, itu. Awalnya, Agus menggeluti usahanya seorang diri. Pemasarannya pun dila- kukan dari mulut ke mulut.

Karena sepatu produksinya dianggap berkualitas dan bagus, banyak orang yang tertarik dengan sepati produksi Agus. Kini, berbekal usaha terus menerus, usaha Agus maju pesat. Bahkan, saking banyaknya pemesan yang datang, Agus mempekerjakan empat orang karyawan. Kini, berkat usahanya tersebut, Agus mampu membantu perekonomian masyarakat sekitar. (radar)

Loading...

Kata kunci yang digunakan :