Baru Menyala 17 Rumah

0
622

GLENMORE-Janji Kepala Unit Pelayanan Jaringan Perusahaan Listrik Negara (UPJ PLN) Genteng, Edi Santoso, segera menyalakan listrik di Perkebunan Kalirejo, belum terealisasi semua. Dari 80 kepala keluarga (KK) yang mendaftarkan melalui CV group Paklina, dengan tarif Rp 1,8 juta, ternyata baru 17 KK yang sudah dinyalakan.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

H. Kurdi, salah satu koordinator warga Perkebunan Kalirejo mengatakan, janji Edi kepada warga yang akan menyalakan lampu PLN paling lambat pukul 24.00, 7 Maret lalu, meleset. Setelah ditunggu sampai larut malam, lampu di rumah warga tak menyala. “Padahal, warga rela menunggu sampai malam, tapi nyatanya tetap nggak menyala gitu,”  s e s a l Kurdi, kemarin (13/3).

Baru keesokan harinya, petugas PLN datang ke Perkebunan Kalirejo. Namun, kedatangan petugas tersebut belum bisa mengobati kekecewaan warga. Sebab, tidak semua pelanggan yang bayar Rp 1,8 juta bisa menikmati nyala lampu. “Sampai sekarang yang menyala baru 17 rumah. Sisanya, katanya menyusul,” keluh Kurdi.

Loading...

Kepala UPJ PLN Genteng, Edi Santoso ketika dihubungi tak mengangkat handphone-nya, meski nada sambung menunjukkan panggilan masuk. Ketika dikonfirmasi via  short message service (SMS), Edi hanya menjawab singkat. Dia menjawab bahwa lampu yang dinyalakan sesuai permintaan warga. “Sesuai yang diminta, yang dinyalakan 17 pelanggan,” jawabnya.

Bagaimana dengan sisa pelanggan yang belum menyala? Menurut Edi, masih dalam proses. “Masih didaftarkan oleh CV Dewi Rizki (Pak Djarwono),” demikian tulisnya melalui SMS. Seperti diberitakan sebelumnya, pada 8 Maret lalu belasan warga Perkebunan Kalirejo mendatangi kantor PLN UPJ Genteng. Mereka meminta listrik di rumahnya, yang sudah dibayar Rp 1,8 juta, segera dinyalakan. (radar)

Lanjutkan Membaca : 1 | 2