Bayi Tanpa Batok Kepala di Kecamatan Srono Akhirnya Meninggal

0
688

Bayi-Tanpa-Batok-Kepala-Di-Kecamatan-Srono-Akhirnya-Meninggal


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

GENTENG – Bayi laki-laki yang terlahir tanpa batok kepala atau anenchepalus tidak berumur panjang. Putra pasangan Abdul Wahab,  39, dan Yuliatin, 39, asal Dusun  Wagud, RT 3, RW 3, Desa Kebaman, Kecamatan Srono, itu pada Minggu sore (28/8) meninggal.

Bayi yang sedang menjalani perawatan di ruang perinatalogi RSUD Genteng itu meninggal sekitar pukul 16.00. “Saat meninggal sengaja tidak kita sampaikan ke  media demi menjaga privasi keluarga,” cetus dr. Anak Agung Gede Dalem, Sp. A yang menangani bayi malang itu.

Menurut Agung, bayi dengan kondisi anenchepalus itu kebanyakan hanya bertahan dalam hitungan hari. Hal itu karena selain batok kepala tidak utuh, kondisi otaknya tidak sempurna. “Kasus seperti ini otaknya itu sebagian  tidak ada,” jelasnya.

Bayi tanpa batok kepala yang meninggal itu, terang dia, kondisinya sangat lemah. Sampai meninggal, pihaknya masih menunggu kondisinya stabil. “Kondisinya masih belum stabil,” ungkapnya. Bayi yang lahir tanpa batok kepala,  terang dia, bukan kasus langka. Di beberapa daerah kasus seperti  itu sering terjadi. Bahkan, di Surabaya cukup sering terjadi.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | Next → | Last