Jadi Korban Tabrak Lari, Santri Asal Kalsel Meninggal Dunia

0
864

BANYUWANGI –¬†Unit Laka Satlantas Polres Banyuwangi sedang menelusuri kematian Muhammad Afid yang masih berusia 11 tahun. Masalahnya, siswa pondok yang ada di Dusun Kaliwadung, Desa Kaligondo, Kecamatan Genteng ini diduga tewas akibat tabrak lari.

Kondisi fisik korban sangat mengenaskan. Darah memercik di bagian muka serta membasahi anggota badan yang lain. Afid meninggal dunia di lokasi kejadian usai ditabrak kendaraan roda empat yang identitasnya masih ditelusuri aparat.

Saat kejadian, kata Kanitlaka Satlantas Polres Banyuwangi, Ipda Ardy Bitha Kumala, korban yang juga siswa SDN 2 Tulungrejo Kecamatan Glenmore kelas V ini berada di tepi jalur arteri, menghubungkan antara Banyuwangi dan Jember.

Musibah ini terjadi sekitar pukul 12.30 WIB. Sebelum tertabrak mobil, Afid tengah berhenti di tepi jalan untuk siap-siap menyeberangi jalan menuju arah utara.

“Dari arah bersamaan melaju mobil dengan kecepatan tinggi sehingga terjadilah benturan yang mengakibatkan pengendara sepeda gayung meninggal di tempat. Sedangkan mobil itu tanpa tanggung jawab tetap melaju ke arah Kalibaru,” urai perwira pertama yang juga pernah menjabat sebagai Kanit Turjawali Satlantas Polres Banyuwangi ini.

Jasad santri ini kemudian dibawa petugas menuju RSUD Genteng atas permintaan Kanit Lantas Polsek Genteng Iptu Lipur. Sementara sepeda pancal korban yang patah menjadi beberapa bagian dibawa ke mapolsek sebagai bukti betapa kerasnya tabrakan yang terjadi, Jumat (23/11/2018) siang.

“Anggota sudah olah TKP. Identitas mobil serta pengemudinya sedang kita selidiki. Kita minta sopir mobil menyerahkan diri ke Polsek Genteng atau Unit Laka Satlantas Polres Banyuwangi,” seru Ipda Ardy.

Berdasarkan informasi dari warga, Afid adalah anak asuh di pesantren Kiai Dardiri. Korban berasal dari Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Baca :
Nasib Naas, Truk Oleng Sebabkan Satu Pemotor Meninggal Dunia Ditempat di Wilayah Glenmore