Warga Miskin Kebingungan Biaya Berobat

0
863
ILUSTRASI

GENTENG – Nasib M. Alimin warga Desa Tulungrejo, Kecamatan Glenmore, ini sangat memprihatinkan. Penderita paru-paru yang kini sedang menjalani perawatan di RSUD Genteng itu kebingungan biaya.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Alimin yang dirawat di RSUD Genteng sejak jumat (27/10) itu tidak memiliki BPJS. Bila harus menanggung biaya secara mandiri, dia yang keseharian hanya sebagai buruh serabutan mengaku tidak mampu. “Rasa sakit sejak sebulan lalu, tidak berobat karena tidak punya biaya,” cetus Alimin.

Saat Jawa Pos Radar Genteng menjenguk di ruang kelas II tempatnya dirawat kemarin (1/11), Alimin tampak terbaring dengan tangan tersambung jarum infus. “Saya itu kerja serabutan,” katanya.

Loading...
Alimin menjalani perawatan di ruang kelas II RSUD Genteng, kemarin.

Salah satu tetangga Alimin yang mendampingi selama berada di RSUD Genteng, Ahmad Hilmi, mengungkapkan kondisi ekonomi tetangganya itu cukup memprihatinkan. Sebenarnya, dia bersama warga berusaha membujuk agar Alimin bisa segera berobat. Tetapi ditolak karena tidak punya biaya. “Dia takut kalau ditarik biaya,” ujarnya.

Untuk meringankan biaya, Hilmi mencoba membantu dengan mengurus surat pernyataan miskin (SPM). Tapi, ini juga tidak bisa mulus karena Alimin belum memiliki KTP elektronik yang teraktivasi. “Biasanya kami mengurus mudah, tapi kali ini tidak bisa,” keluhnya.

Lanjutkan Membaca : 1 | 2