Belum Ber-SK, Nasib POBSI Suram

0
1188

BANYUWANGI – Meski telah terbentuk awal tahun 2015, status Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) Banyuwangi hingga kini masih belum jelas. Sebab, induk organisasi  biliar itu belum resmi  diakui secara definitif.

Hingga kemarin (14/9), POBSI Banyuwangi di bawah komando Marsindi itu belum memegang surat keputusan (SK) dari POBSI Jatim. Tak ayal, hal itu bisa menjadi petaka bagi perkembangan atlet di Kota Gandrung.  Pembinaan terancam tidak  jalan gara-gara status belum diakui.

Jika tidak segera diurus, maka POBSI Banyuwangi terancam  mati suri. Padahal, mereka sudah menggelar turnamen bertajuk Wabup Cup 2015 dalam upaya menjaring atlet potensial  beberapa waktu lalu. Meski belum mengantongi SK, tapi POBSI Banyuwangi tetap bisa tampil untuk meramaikan persaingan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim V yang digeber Juni lalu.

Walaupun tidak ada satu pun atlet yang sukses meraih medali  dalam ajang multi even,  tapi perlu dicatat ajang dua tahunan itu mampu membangkitkan  semangat atlet di even  berikutnya. Masalah yang menerpa POBSI Banyuwangi bisa membahayakan bagi kelangsungan pembinaan atlet.

Status yang  tidak jelas memang menjadi alasan yang paling utama. Sejak terbentuk, POBSI Banyuwangi memang belum berhak  mendapatkan dana pembinaan secara reguler. Hal itu bisa terulang  dan berlanjut pada tahun  2015.

Dasarnya, minimal induk cabor mendapatkan dana hibah setelah setahun resmi berdiri secara sah. Apalagi, POBSI Banyuwangi sudah dipastikan tidak mendapatkan suplai dana pada pengujung tahun ini melalui Perubahan Anggaran Keuangan (PAK).

Hal itu yang membuat jajaran pengurus dipaksa banting tulang. Terkait hal itu, Sekretaris POBSI Banyuwangi, Try Sudariyono, tidak habis pikir masalah SK itu belum klir. Padahal, permohonan pengajuan rekomendasi kepada KONI Banyuwangi telah diberikan.

‘’Aneh, katanya tidak ada  pengajuan,’’ katanya.  Saat ini, POBSI Banyuwangi  tetap melakukan pembinaan terhadap atlet. Dalam waktu dekat, sebanyak enam atlet diterjunkan dalam Kejurprov 2015  di Batu. ‘’Anak-anak ini sampai sekarang latihan terus menyongsong  kejurprov bulan Oktober,’’  tandasnya.

Dia menyadari jika kebuntuan SK itu bisa menjadi masalah.  Untuk itu, dia berencana melakukan  langkah-langkah konkret agar masalah itu tidak berlarut-larut. ‘’Ini PR yang harus segera kami selesaikan,’’ pungkasnya. (radar)