Berdoa dan Makan Bersama di Petilasan Prabu Tawang Alun

0
2028

warga-membawa-tumpeng-dengan-disunggi-di-atas-kepala-sambil-berjalan-kaki-menuju-makam-keramat-yang-diyakini-petilasan-prabu-tawang-alun-sabtu-lalu


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Mengikuti Tradisi Tumpengan Takir Sewu di Desa Sraten

MENDUNG hitam menggelayut di langit Desa Sraten, Kecamatan Sempu. Tidak lama hujan pun turun rintik-rintik dan membasahi  hamparan tanah. Sejumlah warga yang berkerumun sambil membawa nasi tumpeng, mulia menepi mencari tempat berteduh. Hujan  deras, akhirnya turun juga.

Guyuran hujan yang cukup deras tidak lama mendadak terang seperti disapu kencangnya angin. Ratusan warga yang di dominasi ibu- ibu, kembali berjajar dengan memanjang di  jalan raya Dusun Krajan, Desa Sraten.  Setelah acara pembukaan yang ditandai  dengan pelepasan balon, ratusan warga laki-laki, perempuan, tua, muda, hingga anak-anak  ikut berjalan dari  masjid menuju sumber Kaputren.

Lokasi sumber air itu berada di tengah  lahan pertanian kebun jeruk milik warga.  Hanya saja, keberadaan sumber air itu masih   tetap dibiarkan mengalir yang konon sejak ratusan tahun silam. Sumber air itu, oleh warga diyakini tempat pemandian Kaputren.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | Next → | Last