Pusaka Perang Puputan Bayu Dikirab

0
1263

SONGGON-Napak tilas perang Puputan Bayu yang digelar dalam rangka memperingati hari  jadi Banyuwangi (Harjaba), di Desa Bayu, Kecamatan Songgon, berlangsung semarak kemarin pagi (13/12).


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Berbeda dengan napak tilas yang biasa digelar selama ini, untuk tahun ini warga Desa Bayu mengarak pusaka perang puputan. Selain itu, tumpeng raksasa berisi hasil bumi juga dikirab mulai Pasar Songgon hingga wana wisata Rowo Bayu yang berjarak sekitar tiga kilometer.

Kepala Desa Bayu, Kecamatan Songgon, Sugito, mengatakan kirab pusaka perang Puputan Bayu ini baru kali pertama dilakukan. Kegiatan ini, untuk melestarikan pusaka warisan leluhur  yang ada di desanya.

“Jumlah pusaka itu ratusan, kita kirab menuju petilasan Prabu Tawang  alun,” katanya. Sesampai di petilasan Prabu Tawang Alun yang berada di kawasan wana wisata Rowo Bayu, pusaka peninggalan leluhur seperti keris dan tombak dimandikan air bunga.

Loading...

Selanjutnya, kembali dimasukkan dalam peti senjata untuk disimpan kembali. “Kami meyakini pusaka itu pernah digunakan untuk perang Puputan Bayu,” cetusnya. Dalam napak tilas itu, juga digelar drama  kolosal terjadinya perang Puputan Bayu oleh warga Desa Bayu, Kecamatan Songgon.

Lanjutkan Membaca : 1 | 2