Beranda Sosial Jadi Jujugan Wisatawan dan Semedi Tokoh Spiritual

Jadi Jujugan Wisatawan dan Semedi Tokoh Spiritual

0
2020
Petilasan-Prabu-Tawang-Alun-di-Rowo-Bayu,-Desa-Bayu,-Songgon
Petilasan Prabu Tawang Alun di Rowo Bayu, Desa Bayu, Songgon.

PANORAMA alam Rowo Bayu terlihat indah pagi itu. Embusan angin cukup menusuk tulang. Suara burung terdengar  bersahut-sahutan di sela-sela hutan pinus. Harum bunga sesekali menusuk hidung. Dedaunan yang hijau terhampar  membuat mata semakin segar.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Itulah kesan yang muncul saat mengunjungi wanawisata Rowo Bayu di Desa Bayu, Kecamatan Songgon. Tidak sedikit bunga yang dibawa pengunjung masih tersisa. Hal itu mengesankan tempat tersebut kental nuansa ritual dan spiritual.

Ya, selain tempat wisata, Rowo Bayu memang dikenal sebagai lokasi spiritual. Kerajaan Macan Putih yang  didirikan Prabu Tawang Alun bisa dikatakan bermula dari kawasan itu. Tak ayal, di pojok Rowo Bayu ada situs Prabu Tawang Alun. Selama ini, banyak wisatawan yang  berkunjung ke tempat tersebut.

Selain untuk berwisata, sebagian warga itu juga melakukan ritual khusus di situs Prabu Tawang Alun. Biasanya sebagian  dari mereka melakukan semedi di  situs tersebut. Harum kemenyan dan dupa pun menyerbak di kawasan itu. Berdasar catatan sejarah, di Bayu pernah terjadi pertempuran yang melibatkan pasukan Jogopati dan Belanda.

Banyak korban jiwa dalam perang yang dikenal sebagai perang  paling menakutkan bagi Belanda tersebut.Tanggal 18 Desember Tahun 1771 menjadi  salah satu segmen pertempuran sengit tersebut.  Sehingga, di kemudian hari tanggal tersebut  dijadikan hari Jadi Banyuwangi.  Kini wajah Rowo Bayu memang masih asri. Tetapi, sudah banyak fasilitas baru.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | Next → | Last

error: Uppss.......!