Berkah Latihan di Kubangan Bekas Tambang Pasir

0
416
LONCATAN JUARA: Gempur Samudra dan Maulana membawa medali
LONCATAN JUARA: Gempur Samudra dan Maulana membawa medali

Dua peselam muda Banyuwangi, yakni M. Al Maulana, 13, dan Bayu Agung Gempur Samudra, 15, sukses meraih gelar juara Provinsi Jawa Timur. Ternyata, mereka selama ini berlatih keras di kubangan bekas tambang pasir. TIDAK bisa dimungkiri, sarana dan prasarana yang memadai sangat diperlukan untuk menopang citacita seorang atlet dalam meraih gelar juara.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Namun, semua itu belum cukup. Masih ada aspek penting lain yang lebih penting dalam mengantar seseorang meraih prestasi tertinggi. Apa itu? Tekad yang kuat. Keampuhan tekad dalam merealisasikan cita-cita meraih prestasi sudah dibuktikan dua atlet selam junior Banyuwangi. Bayangkan, jangankan peralatan mentereng, kolam renang sebagai sarana pendukung utama olahraga selam pun sulit sekali mereka akses.

Sebenarnya kolam renang yang dibuka untuk umum dapat dengan mudah dijumpai di seantero Bumi Blambangan. Namun, kebanyakan kolam renang tersebut tidak memenuhi standar untuk berlatih selam. Kalaupun ada kolam yang ukurannya sesuai standar, tapi tidak serta merta latihan selam bisa dilakukan di lokasi tersebut. Sebab, tak jarang ketinggian air kolam tidak maksimal.

Tetapi, hal itu tidak menyurutkan tekad Lana—sapaan karib Maulana-—dan Gempur untuk terus berlatih demi mengasah kemampuan mereka Dibimbing sang pelatih, yakni Yusuf Wi dodo, kedua bocah yang masing-masing masih duduk di bangku kelas VII E dan Kelas IX A SMP Negeri 1 Giri itu memanfaatkan kubangan yang sebenarnya ti dak layak disebut kolam. Bayangkan, tem pat mereka berlatih hanyalah genangan air di cekungan tanah yang terbentuk akibat ak tivitas penambangan pasir di Kelurahan Kalirejo, Kecamatan Banyuwangi.

Air yang menggenang di “kolam-kolaman” itu tidak hanya berasal dari air hujan. Genangan itu juga berasal dari campuran air laut dan sungai kecil yang mengalir tidak jauh dari lokasi bekas galian pasir tersebut. Jadilah air tersebut payau. Betapa pun keterbatasan itu, pada kenyataannya tidak menyurutkan tekad Lana dan Gempur berlatih. “Kami ingin lebih hebat dari ayah kami. Kami bertekad menjadi atlet selam yang mampu menggenggam pres tasi tingkat internasional,” ujar Gempur diamini Lana.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | Next → | Last