Berita Terkini Seputar Banyuwangi

Berkah Latihan di Kubangan Bekas Tambang Pasir

LONCATAN JUARA: Gempur Samudra dan Maulana membawa medali
LONCATAN JUARA: Gempur Samudra dan Maulana membawa medali

Dua peselam muda Banyuwangi, yakni M. Al Maulana, 13, dan Bayu Agung Gempur Samudra, 15, sukses meraih gelar juara Provinsi Jawa Timur. Ternyata, mereka selama ini berlatih keras di kubangan bekas tambang pasir. TIDAK bisa dimungkiri, sarana dan prasarana yang memadai sangat diperlukan untuk menopang citacita seorang atlet dalam meraih gelar juara.

Namun, semua itu belum cukup. Masih ada aspek penting lain yang lebih penting dalam mengantar seseorang meraih prestasi tertinggi. Apa itu? Tekad yang kuat. Keampuhan tekad dalam merealisasikan cita-cita meraih prestasi sudah dibuktikan dua atlet selam junior Banyuwangi. Bayangkan, jangankan peralatan mentereng, kolam renang sebagai sarana pendukung utama olahraga selam pun sulit sekali mereka akses.

Sebenarnya kolam renang yang dibuka untuk umum dapat dengan mudah dijumpai di seantero Bumi Blambangan. Namun, kebanyakan kolam renang tersebut tidak memenuhi standar untuk berlatih selam. Kalaupun ada kolam yang ukurannya sesuai standar, tapi tidak serta merta latihan selam bisa dilakukan di lokasi tersebut. Sebab, tak jarang ketinggian air kolam tidak maksimal.

Tetapi, hal itu tidak menyurutkan tekad Lana—sapaan karib Maulana-—dan Gempur untuk terus berlatih demi mengasah kemampuan mereka Dibimbing sang pelatih, yakni Yusuf Wi dodo, kedua bocah yang masing-masing masih duduk di bangku kelas VII E dan Kelas IX A SMP Negeri 1 Giri itu memanfaatkan kubangan yang sebenarnya ti dak layak disebut kolam. Bayangkan, tem pat mereka berlatih hanyalah genangan air di cekungan tanah yang terbentuk akibat ak tivitas penambangan pasir di Kelurahan Kalirejo, Kecamatan Banyuwangi.

Air yang menggenang di “kolam-kolaman” itu tidak hanya berasal dari air hujan. Genangan itu juga berasal dari campuran air laut dan sungai kecil yang mengalir tidak jauh dari lokasi bekas galian pasir tersebut. Jadilah air tersebut payau. Betapa pun keterbatasan itu, pada kenyataannya tidak menyurutkan tekad Lana dan Gempur berlatih. “Kami ingin lebih hebat dari ayah kami. Kami bertekad menjadi atlet selam yang mampu menggenggam pres tasi tingkat internasional,” ujar Gempur diamini Lana.

Guntur mengakui, ayah mereka selama ini memang dekat dengan dunia penyelaman. “Orang tua kami berdua sama-sama berprofesi sebagai prajurit TNI Angkatan Laut (AL),” cetusnya. Kembali ke cerita tentang kerja keras mereka mewujudkan cita-cita menjadi atlet selam berprestasi. Dalam sepekan, Lana dan Gempur melahap materi latihan sebanyak lima kali. Tiga kali latihan di kolam dan dua kali latihan fisik di darat. Dalam sekali berlatih, mereka menghabiskan waktu tiga jam. Menurut Lana, latihan berat itu dia jalani dengan ikhlas. Dia pun bersemangat mengi kuti semua instruksi pelatih.

Termasuk saat melahap materi latihan terberat, yakni sprint di dalam air. “Latihan itu memang berat dan melelahkan. Tetapi, kami telah bertekad meraih prestasi setinggi-tingginya. Karena itu, kami menjalaninya (latihan) dengan sebaik-baiknya,” tutur putra Serka (Mes) Khudori tersebut. Singkat kata, tekad dan perjuangan keras ke dua bocah itu membuahkan hasil. Saat mengikuti kejuaraan selam piala KONI Surabaya yang dihelat di kolam renang KONI Kertajaya, Surabaya, pada 9 Desember lalu, mereka sukses memborong ge ar bergengsi dalam kejuaraan yang di gelar Pengurus Kota (Pengkot) Persatuan Olah raga Senam Seluruh Indonesia (POSSI) Surabaya tersebut.

Lana meraih juara I nomor 100 meter bifins swimming kelompok umur (KU) Ju nior E putra, juara I nomor 50 meter bi- finis swimming KU Junior E putra, juara III nomor 200 meter bifi ns swimming KU Junior E putra, dan juara I nomor 4×50 meter estafet bifins swimming KU Junior E putra. Prestasi tidak kalah mentereng disabet Gempur. Dalam kejuaraan yang sama, pu tra Serka (POM) Saefudin itu menyabet juara I nomor 50 meter surface monofin KU Junior D putra, dan juara III nomor 100 meter surface monofin KU Junior D putra.

Yang tidak kalah mengejutkan, Gempur adalah salah satu penyelam yang memiliki piagam penghargaan dari Panglima Komando Armada RI Kawasan Timur (Pangarmatim) atas prestasinya melakukan renang lintas Selat Madura dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Armada RI ke-66 Tahun 2011. Saat ditanya siapa pihak yang paling berperan mengantarkan mereka berprestasi, ke duanya kompak menjawab orang tua, pelatih, dan dukungan pihak sekolah. “Lampu hijau dari sekolah saat kami akan mengikuti perlombaan sangat berarti,” papar Lana.

Sementara itu, Yusuf Widodo mengakui, pi haknya memilih kolam di lokasi bekas galian pasir tersebut didasari beberapa per timbangan. Dikatakan, kolam standar un tuk menggelar latihan selam berukuran panjang 50 meter, lebar 16 meter, dan keda laman 2 meter. “Kolam renang di GOR Ta wang Alun sebenarnya sesuai kriteria itu. Sayang, kita tidak selalu bisa latihan di situ karena air di kolam renang GOR terkadang tidak penuh. Apalagi, saat dikuras. Jika airnya kurang dalam, berisiko mengakibatkan cedera. Karena itu, kami memilih menggelar latihan di bekas galian pasir tersebut,” terangnya. (radar)

WP Radio
WP Radio
OFFLINE LIVE