Bikin Peralatan Sendiri, Kembangkan Jaranan untuk Dakwah

0
5979

Supiyan-menyelesaikan-pembuatan-borong-di-rumahnya-Dusun-Truko,-Desa-Karangsari,-Kecamatan-Sempu,-kemarin


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

USIANYA sudah lebih setengah abad, kulitnya mulai keriput, dan rambutnya banyak yang beruban. Lelaki tua adalah Supiyan, 60. Kakek empat cucu yang tinggal di Dusun Truko, Desa Karangsari, Kecamatan Sempu, itu sudah lebih dari  20 tahun menekuni kerajinan pembuatan  perlengkapan jaranan, seperti kuda lumping  dari anyaman bambu, cakilan untuk jaranan buto, kepala barong, dan sejumlah peralatan kesenian jaranan lain.

Keahlian membuat perlengkapan kesenian jaranan itu bukan kebetulan. Bakat seni mengalir dalam darahnya dari ayah kandungnya almarhum Sumarto yang dulu dikenal seniman tari di Kabupaten Banyuwangi.

Di tengah kesibukannya sebagai buruh tani, suami Muslimah, 52, itu masih menyempatkan diri membuat kerajinan untuk kesenian jaranan di rumahnya. Kegiatan itu dilakukan bersama anak, cucu, dan keponakannya.

“Daripada menganggur di rumah, nyambi buat kerajinan sambil mengajari anak-anak agar terampil,” ujarnya. Supiyan memiliki satu set perangkat jaranan campursari mulai kuda lumping, cakilan, barong sumur, singo wulung, kebo marcuet, beserta kostum lengkap dengan perangkat gamelan, seperti saron, kendang, kempul,   gong, biola, terompet, dan kecrek.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | ... | Next → | Last

Baca :
Wagub Bali Peringati Saraswati Bareng Umat Hindu di Banyuwangi