Bobot Susut, Harga Tiga Kali Lipat

0
128

ikanBANYUWANGI – Hujan yang kerap datang tiba-tiba membuat para perajin ikan kering kelabakan. Pasalnya, fenomena tersebut mengakibatkan waktu pengeringan ikan semakin lama. Bahkan, tak jarang ikan yang sudah nyaris kering basah kembali. Seperti yang dialami para perajin ikan kering di kawasan Pantai Boom, Banyuwangi, ini. Mereka me ngaku kerepotan lantaran hujan ke rap datang tiba-tiba.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

“Hujan yang kerap datang tiba-tiba itu cukup merepotkan. Sebab, kami tak sempat membawa ikan-ikan tersebut ke gudang. Akibatnya, ikan yang sudah hampir kering basah lagi,” ujar Fitriah, 32, seorang perajin ikan kering di Kelurahan Kampung Mandar, Kecamatan Banyuwangi, kemarin (13/2). Fitriah mengatakan, pengeringan ikan itu dilakukan untuk me ningkat kan nilai jual. Dijelaskan, jenis ikan yang biasa dikeringkan adalah mar nying. Ikan marnying segar saat ini dipasarkan Rp 5 ribu per Ki lo gram (Kg).

Loading...

Jika dijual dalam ben tuk ikan kering, harganya bisa mencapai Rp 15 ribu per Kg. “Dua Kg ikan segar setelah dikeringkan bo botnya menyusut jadi satu Kg. Tetapi, jika dikalkulasi, masih ada keuntungan yang didapat walaupun tidak terlalu besar,” paparnya. Pernyataan senada dilontarkan Lisa, perajin ikan kering lain. Menurut dia, kondisi cuaca yang ti dak menentu akhir-akhir ini membuatwaktu pengeringan ikan semakin lama. “Kalau langit cerah, pengeringan ikan hanya bu tuh waktu sehariNamun,

jika langit mendung, pengeringan ikan mem butuhkan waktu dua sampai tiga hari. Jika hujan datang tiba-tiba, ikan yang sudah hampir kering bisa basah lagi,” kata dia. Lisa menambahkan, ikan segar dia beli kepada para nelayan yang beroperasi di sekitar Pantai Boom Banyuwangi. “Ikan kering itu kami pasarkan di sekitar Pasar Banyuwangi,” pungkasnya. (radar)

Loading...