Bocah 6 Tahun Tewas Tenggelam di Kolam Renang Mirah Fantasia

1
1961


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Tidak Ada Penjaga Kolam, Korban Dilarikan ke Rumah Sakit Naik Motor

BANYUWANGI – Niatan untuk menikmati liburan di akhir pekan bersama keluarga ternyata berujung maut. Seorang anak yang masih berusia 6 tahun, meninggal di kolam renang Mirah Fantasia, Kelurahan Lateng, Banyuwangi, Minggu kemarin (29/1). Bocah  tersebut meninggal lantaran bermain di  kolam renang untuk orang dewasa yang  memiliki ke dalaman melebihi tinggi badannya.

Bocah nahas tersbeut bernama Kirana, 6, warga Lingkungan Biskalan, Jalan Susuit  Tubun, Kelurahan Kepatihan. Peristiwa memilukan itu berawal saat Kirana bersama kakek dan neneknya, yakni Pak No, 70, dan Sawana berkunjung ke kolam renang Mirah  Fantasia, pukul 15.00.

Awalnya, Kirana berenang di kolam anak-anak bersama pengunjung lainnya. Sementara kakek-neneknya menunggu di pinggir  kolam sembari mengawasi cucu  perempuannya tersebut. Saat  lengah, Kirana sempat meloncat  ke kolam dewasa yang letaknya  memang dekat dengan kolam  anak-anak.

Ketika Kirana pindah ke kolam dewasa, kekeknya sempat mengetahui. Karena dianggap membahayakan, Pak No langsung mengangkat tubuh cucunya yang tercatat sebagai siswi TK Pertiwi tersebut  untuk menepi dan mengimbau agar berenang di kolam anak-anak saja.

Setelah berhasil memindah cucunya ke kolam anak-anak, Pak No dan istrinya lantas kembali ke pinggir  kolam renang lagi untuk beristirahat  dan makan. Celakanya, baru lima menit menikmati makanan yang dibawa dari rumah, Pak No dan  Sawana melihat tubuh cucunya sudah berada di kolam dewasa lagi.

Loading...

”Baru ditinggal 5 menit makan, Kirana diketahui sudah meninggal. Selanjutnya Kirana dibopong oleh salah satu pengunjung,” kata Iwan,  55, salah satu kerabat korban saat di rumah duka sore kemarin. Iwan yang mendapatkan cerita dari kakek Kirana mengungkapkan, saat kejadian berlangsung  dari pihak Mirah Fantasia tidak ada yang mau membantu.

Bahkan, saat kakek dan nenek korban berniat memastikan tewasnya Kirana ke rumah sakit, keduanya harus membawa jasad cucunya ke Rumah Sakit Islam (RSI) dengan mengendarai sepeda motor. ”Pihak Mirah Fantasia seperti tidak kaget sama sekali, di sana  juga sepertinya tidak ada pemandunya. Kalau ada pemandunya, ada kejadian seperti ini  bisa segera diberikan pertolongan  pertama,” sesal Iwan.

Suraji, 53, kerabat korban lain nya  juga sangat menyayangkan lambatnya respons dari pihak kolam renang yang tidak tanggap atas kejadian yang menimpa cucu dari  kakaknya tersebut. Dia berharap  agar pihak Mirah Fantasia setidaknya datang ke rumah duka untuk  menyampaikan rasa bela sungkawa.

”Keluarga kami sudah beli tiket untuk renang di sana. Seharusnya ada pertanggung jawaban kalau ada musibah begini, sampai sore ini belum ada yang ke sini. Tadi ada dua petugas kepolisian saja,”  ungkap Suraji.  Sementara itu, saat Jawa Pos Radar Banyuwangi datang ke rumah duka di perkampungan utara Pasar  Banyuwangi, jasad korban masih  disemayamkan.

Keluarga termasuk kakek dan nenek Kirana tampak masih syok dengan kejadian yang menimpa cucunya.  Keduanya terlihat menangis histeris saat menceritakan kejadian yang menimpa cucunya kepada tamu yang datang. Jasad Kirana tidak langsung dimakamkan lantaran kedua  orang tua korban masih dalam perjalanan dari Jakarta.

”Orang tua Kirana ini kerja di Jakarta,  selama ini memang tinggal bersama kakek dan neneknya di Banyuwangi. Kita masih menunggu orang tua dulu untuk dimakamkan,” pungkas Suraji.  Kapolsek Banyuwangi AKP Ali Masduki saat dikonfirmasi mengaku masih akan melakukan penyelidikan terkait musibah yang menimpa bocah berusia enam tahun tersebut.

“Korban sempat  dibawa ke rumah sakit, tapi sudah meninggal dunia. Korban sudah disemayamkan di rumah duka  dan kami masih melakukan penyelidikan terkait kejadian ini,” tegas Ali Masduki. (radar)

Loading...

Kata kunci yang digunakan :