Bom Ikan Marak Lagi

0
291
TEPERGOK PATROLI: Perahu jukung yang ditumpangi nelayan asal Bomo dibawa ke Pangkalan Angkatan Laut Banyuwangi di Ketapang, Kecamatan Kalipuro.

Lanal Tangkap Tiga Nelayan Bomo
BANYUWANGI – Menangkap ikan menggunakan potasium masih marak, terutama di Selat Bali. Untuk menekan maraknya penangkapan ikan menggunakan bahan peledak, TNI AL intens menggelar patroli.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Kemarin, misalnya, TNI AL menggelar patroli laut. Dalam patroli rutin itu, TNI AL memergoki tiga nelayan yang diduga mencari ikan menggunakan potasium alias bahan peledak. Tiga nelayan tersebut adalah Pipit, Fahrur Fauzi, dan Juni Kuswoyo.

Ketiganya warga Dusun Kedunen, Desa Bomo, Kecamatan Rogojampi. Mereka tepergok saat menangkap ikan di perairan Bomo, Kecamatan Rogojampi. Ketiganya langsung dibawa ke Pangkalan Angkatan Laut Banyuwangi di Ketapang, Kecamatan Kalipuro. giring ke Markas Lanal di Ketapang, Kecamatan Kalipuro.

“Mereka kita curigai mencari ikan menggunakan bom,” tegas Danlanal Banyuwangi Letkol (L) M. Nazief Menurut danlanal, akhir-akhir ini memang ada laporan bahwa para nelayan banyak yang mencari ikan menggunakan bom, di antaranya nelayan diwilayah Kecamatan Rogojampi. “Menanggapi laporan itu, anggota kita giatkan melakukan patroli,” imbuh Nazief.

Sebelum menangkap ketiga nelayan dan perahunya, ada informasi bahwa sejumlah nelayan tengah mencari ikan menggunakan bahan peledak. Atas informasi ini, sekitar pu kul 04.00 sejumlah anggota TNI AL Banyuwangi langsung diturunkan untuk memburu nelayan nakal tersebut. “Habis Subuh, anggota yang patroli me luncur ke perairan Bomo,” cetusnya.

Dalam patroli tersebut, ada informasi lagi bahwa ada tiga nelayan di perairan Bomo yang menangkap ikan menggunakan jukung dan sering menggunakan bom ikan. Setelah menemukan mereka, anggota patroli langsung menyergap mereka dan dibawa ke Lanal Banyuwangi. “Ketiganya langsung kita periksa,” ungkapnya.

Berdasar pemeriksaan yang di lakukan, sebut dia, ketiganya tidak terbukti menggunakan bom ikan. Di perahu yang mereka gunakan mencari ikan juga tidak ditemukan barang bukti (BB) berupa bahan peledak. “Kalau memang tidak terbukti, nanti akan kita pulangkan,” ujarnya. Danlanal menyebut, menangkap nelayan yang menggunakan bom ikan memang tidak mudah.

Sebab, para pelaku cukup profesional. Para pengebom ikan biasanya hanya bertugas mengebom, tidak mengambil ikan hasil pengeboman. “Nelayan yang bertugas ngebom ikan langsung kabur. Ada perahu lain yang bertugas mengambil ikan yang sudah mati itu,” tandasnya. (radar)

Loading...