Bule Ikut Tanam Terumbu Karang di Tabuhan

0
112

Dua-turis-asal-Belanda-menanam-terumbu-karang-di-perairan-Pulau-Tabuhan,-Desa-Bangsring,-Wongsorejo,-Jumat-8-April-2016-lalu.

WONGSOREJO – Penanaman terumbu karang di kawasan rumah dalam air Pantai Bangsring, Wongsorejo, terus dilakukan. Sejauh ini sebanyak 500 terumbu karang sudah terpasang rapi di dinding-dinding dan atap rumah  dalam air tersebut.

Ke-500 terumbu karang tersebut juga sudah terikat dengan kuat di beton cor yang menjadi bahan  dasar bangunan rumah dalam  air di kedalaman 15 meter itu. Selanjutnya, penanaman akan  terus dilanjutkan untuk 500 terumbu  karang sisanya.

Namun, sampai saat ini penanaman terumbu karang itu belum bisa dilakukan lantaran arus bawah air kurang bersahabat. Rencananya, pihak nelayan Samudera Bakti akan melanjutkan kembali penanaman 500 terumbu karang sisanya Senin (11/4) besok.

Ketua Kelompok Nelayan Samudera Bakti, Ikhwan Arief, mengatakan penanaman terumbu karang di rumah dalam air itu tidak hanya sekadar ditempelkan. Pihaknya juga harus mengikat secara erat bibit terumbu karang itu agar tidak lepas dan hilang terbawa arus.

”Memang harus diikat. 500 terumbu karang pertama sudah berhasil diikat semua dengan erat. Senin depan akan kami  lanjutkan penanaman 500 terumbu karang berikutnya,” jelas Ikhwan Arief. Sementara itu, di sela pengikatan terumbu karang di  kawasan konservasi terumbu karang di Pantai Bangsring.

Dua bule asal Belanda, yakni Wilfred dan Sonja, datang ke Pantai  Bangsring. Kedua bule tersebut datang ke Pantai Bangsring bersama tiga pelajar asal Jakarta yang memang sudah mengetahui kegiatan nelayan dan wisata di  Pantai Bangsring.

Kedua bule itu tertarik menanam terumbu karang di Pulau Tabuhan. Dengan diantar nelayan setempat untuk nyeberang dari Pantai Bangsring ke Pulau Tabuhan, dua bule berama tiga pelajar tersebut membawa satu  rak bibit terumbu karang berisi 15 bibit terumbu karang.

Mereka juga membawa puluhan bibit pohon cemara untuk ditanam di sekitar Pulau Tabuhan. Mereka tampak antusias melakukan seluruh kegiatan, baik penanaman  terumbu karang maupun penanaman bibit pohon cemara.

Ikhwan menambahkan, keikutsertaan bule asal Belanda itu menanam terumbu karang bisa menjadi pelecut semangat masyarakat lokal dan nelayan setempat untuk ikut menjaga kelestarian alam di bawah laut, khususnya  terumbu karang.

”Sebagai masyarakat lokal, kita harus lebih peduli melestarikan terumbu karang daripada bule itu,” pungkas Ikhwan. (radar)

Loading...