Cuaca Ekstrem di Laut Selatan, Nelayan Grajagan Beralih Jadi Pemburu Belalang

0
515

BANYUWANGI – Angin berembus kencang di Hutan Karetan, Desa Karetan, Kecamatan Purwoharjo, Kabupaten Banyuwangi, siang itu. Pohon-pohon seolah menari bak penari gandrung. Namun, ada pemandangan yang menyita perhatian. Dedaunan di pohon jati penuh lubang, bukti ada hama yang menggerogoti.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Tampak sejumlah orang berlarian, beradu cepat. Mereka serentak berhenti di dekat pohon jati yang tumbuh menjulang. Kemudian mereka menyiapkan amunisi berupa galah dan jaring. Ya, ternyata mereka sedang memburu belalang, serangga pengganggu pohon jati di hutan tersebut.

Belalang jati menjadi momok karena dianggap mengganggu pertumbuhan pohon jati. Dalam sekejap, sekumpulan belalang mampu menghabiskan dedaunan di pohon jati. Usut punya usut, para pemburu ini tak lain adalah nelayan yang sedang ”cuti” melaut.

”Saya tidak berani melaut, ombak besar dan membahayakan,” ungkap Devander Kevin, 30, warga Dusun Kampung Baru, Desa Grajagan, Kecamatan Purwoharjo.

Kevin yang hanya lulusan SMP itu sehari-harinya bekerja sebagai nelayan. Dia terpaksa mengalihkan aktivitasnya akibat cuaca ekstrem yang melanda perairan Banyuwangi dalam kurun waktu terakhir ini. Selama cuaca tidak bersahabat, dia memilih untuk menjadi pemburu belalang.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | ... | Next → | Last