Nelayan Grajagan Lempar Jangkar

  • Bagikan
Foto: Radar Banyuwangi – Jawa Pos

BANYUWANGI – Angin kencang dan ombak tinggi di Laut Selatan, membuat para nelayan yang tinggal di daerah pesisir Pantai Grajagan, Kecamatan Purwoharjo, Kabupaten Banyuwangi, enggan melaut.

Dilansir dari Radar Banyuwangi – Jawa Pos, mereka melempar jangkar dengan memarkir perahu dan kapalnya di Pelabuhan Grajagan, Banyuwangi.

Para nelayan itu juga masih ragu melaut setelah kecelakaan yang menimpa Panoto (50) nelayan asal Dusun Grajagan Pantai, Desa Grajagan, pada Selasa (12/5/2020) yang sampai saat ini belum ditemukan.

“Angin kencang dan ombak tinggi, kalau nekat perahu bisa terbalik,” cetus salah seorang nelayan Grajagan, Prayitno (47).

Saat ini, jelas Prayitno, para nelayan hampir tidak ada yang bekerja. Untuk mengisi waktu, mereka memperbaiki perahu dan mengecat.

“Ombaknya kasar, biasanya angin kencang ombak tetap aman, tapi ini ombaknya ganas,” kata Prayitno.

Sementara itu, nelayan Graragan lainnya, Mujianto mengatakan di sekitar perairan Plawangan itu momok bagi para nelayan. Di daerah itu dikenal sangat berbahaya.

“Kalau tidak hati-hati, perahu dan kapal bisa karam,” ungkap Mujianto.

Sejumlah nelayan yang tidak bekerja, kini banyak yang ikut melakukan pencarian Panoto (50) yang hilang saat melaut di sekitar Perairan Grajagan dan Plengkung pada Selasa (12/5/2020) lalu.

“Kami ikut melakukan pencarian,” ujar Suparyanto (55) warga Dusun Grajagan Pantai, Desa Grajagan, Kecamatan Purwoharjo, Banyuwangi.

Pencarian itu, jelas Suparyanto, seharusnya tidak dilakukan di tengah laut, tapi menyusuri di sepanjang pantai.

“Kemungkinan besar mayatnya terseret ombak dan terdampar dipantai,” ungkap Suparyanto.

  • Bagikan
%d blogger menyukai ini: