Daki Ijen di Malam Hari

0
350
INDAH MEMBARA : Api biru tampak menyala terang di sela-sela bebatuan di permukaan kawah Gunung Ijen, Banyuwangi.
INDAH MEMBARA : Api biru tampak menyala terang di sela-sela bebatuan di permukaan kawah Gunung Ijen, Banyuwangi.
INDAH MEMBARA : Api biru tampak menyala terang di sela-sela bebatuan di permukaan kawah Gunung Ijen, Banyuwangi.

Menyaksikan Blue Fire dan Sunrise MENDAKI Gunung Ijen di malam hari memberikan pengalaman yang berbeda. Apalagi dalam cuaca yang tidak bersahabat, karena hujan terus mengguyur sepanjang perjalanan pendakian. Meski dilindungi mantel plastik, air tetap membasahi sebagian celana dan ujung jaket. Akibatnya, suhu dingin terasa menusuk kulit dan tulang kaki maupun tangan.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Rasanya seperti menggenggam es yang dingin sekali. Sarung tangan tak mampu menahan suhu ekstrem. Tak ayal, jari-jari terasa membeku akibat hawa dingin menembus sarung tangan berbahan wool. Air yang membasahi mantel hujan pun menambah beban perjalanan, karena tubuh seperti dibungkus pakaian yang berat. Langit mendung tanpa dihiasi bulan dan bintang menambah dramatis suasana pendakian.

Loading...

Jalan menanjak yang bergelombang, berbatu, dan berkelok-kelok tampak gelap. Senter di tangan harus selalu menyala kalau tak ingin tersandung tonggak kayu yang mencuat di tengah jalan tanah. Meski begitu, pendakian di malam hari memberikan keuntungan tersendiri. Pasalnya, tidak ada sinar matahari yang menyengat kulit, sehingga tubuh tidak terlalu berkeringat. Perjuangan berat mendaki gunung dengan ketinggian 2368 meter di atas permukaan laut, itu terbayar ketika sudah sampai puncak.

Apalagi yang menyempatkan turun ke dasar kawah di tempat para penambang mengambil belerang. Jalan turun yang terjal, berbatu, dan berkelok kembali menghadang sejauh 250 meter. Di situ, kita bisa menyaksikan sinar api dari perut bumi yang disertai asap tebal, yang muncul ketika penambang mencongkel belerang, memberikan pemandangan langka bagi mata awam kita. Keindahan semakin sempurna ketika blue fire (api berwarna biru) atau sering disebut blue flame membara di sela-sela bebatuan di permukaan kawah.

Blue fire hanya dapat dilihat saat dini hari sekitar pukul 01.00- 02.00 WIB. Fenomena api biru ini hanya bisa ditemukan di Kawah Ijen, Banyuwangi dan konon di Islandia. Usai menyaksikan blue fire, pengunjung bisa kembali naik ke puncak Ijen untuk menunggu terbitnya matahari. Sinar matahari menyinari puncak gunung dan danau kawah nan hijau menyuguhkan pemandangan istimewa.(radar)

Lanjutkan Membaca : 1 | 2