Demi Transparansi, Uang Receh Dibiarkan Utuh

0
292

Selain menggalang dana, kegiatan tersebut juga digunakan sebagai media perekrutan anggota baru oleh barisan suporter tersebut. Bahkan, mereka yang bukan termasuk anggota Laros Jenggirat juga tampak enjoy berada tempat penggalangan. Mereka pun membaur bersama komunitas suporter berlambang Minak Jinggo tersebut. Beberapa koordinator lapangan tidak canggung-canggung menabuh alat musik tersebut dengan rancak. “Sekalian juga mencari anggota baru dan bagi-bagi ilmu memukul drum,” beber Ahmad Mustain, ketua Laros Jenggirat.

Di tengah suara drum band membahana, beberapa personal Laros Jenggirat berada di lima ruas jalan menenteng sebuah kardus bertuliskan kepedulian untuk pemain Persewangi. Setiap lampu merah menyala, mereka mendekati pengendara agar mau menyumbangkan sedikit uangnya. Panas matahari dan pekatnya debu bukan halangan bagi mereka dalam menjalankan niat baik tersebut. Koin demi koin dan uang kertas lembaran masuk kardus yang mereka bawa. Dalam aksi tersebut, mereka tidak menentukan besaran sumbangan, melainkan seikhlasnya.

Oleh karena itu, tidak sedikit dari mereka yang hanya mendapat senyum. Tetapi, itu sudah dirasa cukup sebagai penambah spirit dalam penggalangan dana tersebut. Di luar dugaan, hasil yang terkumpul sangat luar biasa. Selama 10 hari mengamen di jalan, Laros Jenggirat mampu mengumpulkan dana sebesar Rp 8,1 juta. “Dana sebesar itu memang tidak cukup untuk bayar pemain. Tetapi, paling tidak ini bukti kecintaan kami terhadap Persewangi,” ujar Mustain.

Untuk memperjelas transparansi dana yang diperoleh, Laros Jenggirat pun tidak mengubah bentuk uang yang diterima. Baik recehan maupun uang kertas tetap dibiarkan seperti saat kali pertama diterima dari para penyumbang. Rencananya, uang itu akan diberikan kepada para pemain Persewangi tetap dalam bentuk tersebut. Aksi itu sempat mendapat apresiasi para pemain Persewangi. Bahkan, mereka rela datang dari jauh hanya untuk menyatakan apresiasi.

Tidak hanya pemain lokal, pemain asing, seperti Moukele Ebanga, juga hadir dalam penggalian dana di jalanan itu. Mereka sangat terharu dengan perjuangan Laros Jenggirat di luar arena. Tidak hanya semangat saat berada di dalam stadion, barisan suporter merah hitam itu juga menunjukkan kepeduliannya di luar stadion. “Kami menaruh apresiasi kepada mereka,” ujar Nurcahyo, kapten Persewangi. (RADAR)

Baca :
Mobil Terbakar, Uang Tunai Rp 10 Juta Hangus

Lanjutkan Membaca : First | ← Previous | 1 |2 | 3 | Next → | Last