Demi Transparansi, Uang Receh Dibiarkan Utuh

0
275

Hal yang sama juga dilakukan barisan suporter pendukung Persewangi yang tergabung dalam Laros Jenggirat. Beberapa waktu lalu, Simpang Lima menjadi lahan dalam mengumpulkan dana bagi tim kesayangan mereka, Persewangi. Spanduk putih bertuliskan sumbangan untuk gaji pemain sempat terpasang di salah satu sudut jalan di Simpang Lima. Bahkan, untuk memeriahkan suasana penggalangan dana itu, satu set drum band dipasang berjejer di pinggir jalan dan ditabuh tidak henti-henti.

Tak pelak, kawasan yang ramai klakson dan deru mesin itu bertambah ramai dengan dentuman alat musik tersebut. Penggalangan dana itu dilakukan selama 10 hari penuh; selama empat jam dalam sehari. Kegiatan itu berlangsung mulai 4 Mei 2012 lalu, dimulai pukul 16.00 dan tuntas pukul 20.00. Kegiatan ini juga sudah mengantongi izin polisi. Tidak hanya anggota Laros Jenggirat yang berpartisipasi dalam penggalangan dana itu, anak-anak dan masyarakat luas juga turut berpartisipasi.

Selain menggalang dana, kegiatan tersebut juga digunakan sebagai media perekrutan anggota baru oleh barisan suporter tersebut. Bahkan, mereka yang bukan termasuk anggota Laros Jenggirat juga tampak enjoy berada tempat penggalangan. Mereka pun membaur bersama komunitas suporter berlambang Minak Jinggo tersebut. Beberapa koordinator lapangan tidak canggung-canggung menabuh alat musik tersebut dengan rancak. “Sekalian juga mencari anggota baru dan bagi-bagi ilmu memukul drum,” beber Ahmad Mustain, ketua Laros Jenggirat.

Lanjutkan Membaca : First | ← Previous | 1 |2 | 3 | ... | Next → | Last

Baca :
Serunya Berlari di Tengah Kawasan Geopark Alas Purwo Banyuwangi