Kumpulan Berita Terkini Seputar Banyuwangi
English VersionBahasa Indonesia

Diduga Korsleting Listrik, Rumah Warga Pakistaji Kabat Banyuwangi Hangus Terbakar, Kerugian Rp100 Juta

diduga-korsleting-listrik,-rumah-warga-pakistaji-kabat-banyuwangi-hangus-terbakar,-kerugian-rp100-juta
Diduga Korsleting Listrik, Rumah Warga Pakistaji Kabat Banyuwangi Hangus Terbakar, Kerugian Rp100 Juta

sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Sebuah rumah milik Nur Jannah (48), warga Dusun Dadapan, Desa Pakistaji, Kecamatan Kabat, Banyuwangi, hangus terbakar akibat kebakaran yang terjadi Rabu (14/1) menjelang subuh.

Diduga kuat, peristiwa tersebut dipicu oleh korsleting listrik pada stop kontak di dalam rumah. Akibat kejadian itu, kerugian materiil ditaksir mencapai Rp100 juta.

Api pertama kali muncul dari ruang tengah rumah dan dengan cepat merambat ke seluruh bangunan.

Kobaran api yang semakin membesar disertai jilatan si jago merah yang membumbung tinggi hingga ke langit-langit terlihat jelas di tengah gelapnya dini hari.

Kondisi tersebut membuat warga sekitar berhamburan keluar rumah setelah terbangun dari tidur.

kebakaran-2005404463.jpg

Petugas Damkarmat sedang memadamkan api yang menghanguskan rumah di Dusun Dadapan, Desa Pakistaji, Kecamatan Kabat, Rabu (14/1). (DAMKARMAT BANYUWANGI)

Warga yang panik sempat berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya.

Namun, karena material bangunan mudah terbakar, api terus membesar dan sulit dikendalikan hingga akhirnya bantuan petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Banyuwangi, Yoppy Bayu Irawan, melalui Humas dan Operator Komunikasi Muammar Qadafi, menyampaikan bahwa laporan kebakaran diterima pada pukul 04.03 WIB.

“Setelah menerima laporan, petugas langsung bergerak ke lokasi dan melakukan pemadaman dengan mengerahkan tiga unit armada pemadam kebakaran,” ujarnya.

Petugas Damkarmat tiba di lokasi sekitar pukul 04.19 WIB. Proses pemadaman dilakukan dengan menggunakan dua nozzle.

Satu nozzle difokuskan langsung ke titik api utama, sementara nozzle lainnya diarahkan ke sisi bangunan untuk memutus perambatan api ke area lain.

Setelah berjibaku selama kurang lebih 30 menit, petugas akhirnya berhasil menjinakkan kobaran api.

Proses pemadaman kemudian dilanjutkan dengan pendinginan hingga sekitar pukul 05.30 WIB guna memastikan tidak ada bara api yang berpotensi memicu kebakaran ulang.


Page 2

Muammar Qadafi menambahkan, saat kebakaran terjadi, rumah dalam kondisi kosong, sehingga peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa.

“Tidak ada korban meninggal maupun luka dalam peristiwa kebakaran tersebut,” jelasnya.

Berdasarkan keterangan sejumlah saksi di lokasi kejadian, kebakaran pertama kali diketahui setelah terdengar suara percikan api dari dalam rumah.

Tak lama berselang, api terlihat membesar. Warga kemudian segera membangunkan tetangga sekitar dan melakukan upaya pemadaman awal sebelum menghubungi Damkarmat Banyuwangi.

Penanganan kebakaran melibatkan delapan personel Damkarmat Banyuwangi dari Regu Brama 1, dengan dukungan unsur Polri, TNI, serta warga sekitar yang turut membantu mengamankan lokasi dan memadamkan api.

“Dugaan sementara penyebab kebakaran adalah korsleting listrik pada stop kontak di ruang tengah yang kemudian merambat ke seluruh bagian rumah,” pungkas Muammar Qadafi.

Dalam peristiwa tersebut, bangunan rumah beserta sejumlah perabotan seperti lemari, kasur, kursi, dan kulkas hangus terbakar.

Kerugian materiil ditaksir mencapai Rp70 juta untuk bangunan dan sekitar Rp30 juta untuk perabotan, sehingga total kerugian akibat kebakaran ini mencapai Rp100 juta. (*)


Page 3

sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Sebuah rumah milik Nur Jannah (48), warga Dusun Dadapan, Desa Pakistaji, Kecamatan Kabat, Banyuwangi, hangus terbakar akibat kebakaran yang terjadi Rabu (14/1) menjelang subuh.

Diduga kuat, peristiwa tersebut dipicu oleh korsleting listrik pada stop kontak di dalam rumah. Akibat kejadian itu, kerugian materiil ditaksir mencapai Rp100 juta.

Api pertama kali muncul dari ruang tengah rumah dan dengan cepat merambat ke seluruh bangunan.

Kobaran api yang semakin membesar disertai jilatan si jago merah yang membumbung tinggi hingga ke langit-langit terlihat jelas di tengah gelapnya dini hari.

Kondisi tersebut membuat warga sekitar berhamburan keluar rumah setelah terbangun dari tidur.

kebakaran-2005404463.jpg

Petugas Damkarmat sedang memadamkan api yang menghanguskan rumah di Dusun Dadapan, Desa Pakistaji, Kecamatan Kabat, Rabu (14/1). (DAMKARMAT BANYUWANGI)

Warga yang panik sempat berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya.

Namun, karena material bangunan mudah terbakar, api terus membesar dan sulit dikendalikan hingga akhirnya bantuan petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Banyuwangi, Yoppy Bayu Irawan, melalui Humas dan Operator Komunikasi Muammar Qadafi, menyampaikan bahwa laporan kebakaran diterima pada pukul 04.03 WIB.

“Setelah menerima laporan, petugas langsung bergerak ke lokasi dan melakukan pemadaman dengan mengerahkan tiga unit armada pemadam kebakaran,” ujarnya.

Petugas Damkarmat tiba di lokasi sekitar pukul 04.19 WIB. Proses pemadaman dilakukan dengan menggunakan dua nozzle.

Satu nozzle difokuskan langsung ke titik api utama, sementara nozzle lainnya diarahkan ke sisi bangunan untuk memutus perambatan api ke area lain.

Setelah berjibaku selama kurang lebih 30 menit, petugas akhirnya berhasil menjinakkan kobaran api.

Proses pemadaman kemudian dilanjutkan dengan pendinginan hingga sekitar pukul 05.30 WIB guna memastikan tidak ada bara api yang berpotensi memicu kebakaran ulang.