Diguyur Hujan Deras, Kota Banyuwangi Dikepung Banjir

0
895


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Jalan Mirip Sungai, Rumah Terendam

BANYUWANGI – Hujan lebat mengguyur wilayah Banyuwangi hampir secara keseluruhan Kamis malam kemarin (9/2). Hujan lebat selama dua jam lebih itu menyebabkan genangan air di mana-mana. Jalan protokol di Banyuwangi  pun layaknya sungai dengan aliran air yang  deras.

Pemicu banjir di wilayah Banyuwangi kota Kamis (9/2) malam kemarin memang lebih disebabkan volume hujan yang cukup tinggi. Akibat volume air hujan sangat tinggi, drainase yang ada tidak mampu menampung lagi. Pantauan Jawa Pos Radar Banyuwangi, selain menggenangi  jalan protokol, air juga meluber  ke rumah-rumah warga.

Kendaraan yang memaksa melintasi genangan di jalan protokol Banyuwangi kemarin malam juga banyak yang macet lantaran mesin kemasukan air. Beruntung hal itu tidak sampai  menyebabkan kemacetan parah. Selain karena kondisi jalan raya  sudah agak sepi, juga karena air  yang menggenangi jalan cepat  menghilang.

Hujan mulai terjadi pukul 20.30. Data BPBD Banyuwangi menyebutkan, beberapa jalan protokol  seperti Jalan MT. Hariyono, Jalan Brawijaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan S. Parman, Jalan Jaksa Agung Suprapto, Jalan Ikan Mas, Karangrejo, Jalan Piere Tandean, Jalan Gajah Mada, Jalan  Ahmad Yani depan kantor Pemkab  Banyuwangi, dan Jalan Yos Sudarso, Kalipuro, tergenang air  saat hujan lebat itu terjadi.

Sementara itu, perkampungan di wilayah kota juga banyak yang terendam air hujan. Banyak rumah yang kemasukan air saat  hujan melanda kemarin. Ketinggian air yang masuk ke dalam rumah bervariasi, ada yang  hanya mencapai mata kaki dan  ada juga yang sampai setinggi lutut orang dewasa.

Loading...

”Air mulai masuk ke rumah sejak pukul 21.30. Di dalam rumah hanya mencapai 4 cm. Tapi kalau di  perkampungan di belakang rumah saya, air banjir mencapai pinggul,” kata Bayu Catur Pamungkas, 24 warga Jalan S. Parman, RT03/RW02, Lingkungan Sobo, Banyuwangi, itu.

Perkampungan yang terpantau terendam air akibat hujan deras tersebut lebih banyak berlokasi di wilayah Kelurahan Kertosari dan Karangrejo. Sementara itu, Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Banyuwangi, Fajar  Suasana, melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik, Eka Muharam Suryadi, sudah melakukan pendataan.

Menurutnya,  di wilayah Kelurahan Karangrejo, tepatnya di belakang Pasar  Pujasera, air merendam sedikitnya 20 rumah warga. ”Enam rumah di Lingkungan Gareng Wonosari. Rumah di  Kelurahan Sobo juga ada yang  terendam air,” kata Eka.

Dia mengatakan, genangan yang terjadi di mana-mana itu  selain disebabkan curah hujan yang begitu tinggi dan berlangsung cukup lama, juga disebabkan  drainase yang tidak berfungsi  dengan baik. Ada yang dipenuhi  sampah, banyak juga saluran drainase yang volumenya kecil.

”Pendangkalan, penyempitan, dan penyumbatan, oleh sampah menjadi pemicu. Setelah dicari dimana titik penyumbatan, baru  air bisa surut. Di Karangrejo air  benar-benar surut sekitar dua jam setelah hujan,” tandas Eka. Selain mencari titik-titik penyumbatan saluran drainase di beberapa wilayah di pusat kota Banyuwangi, petugas BPBD Banyuwangi kemarin malam  juga melakukan penyedotan air di beberapa perkampungan yang  memang membutuhkan.

Penyedotan dilakukan karena banyak perkampungan yang tidak memiliki saluran drainase dengan baik, sehingga air hujan tidak  bisa mengalir dengan bebas. Akibatnya, air hujan menggenangi  perkampungan. ”Penyedotan  juga kami lakukan dengan mesin  diesel, tapi air lebih banyak surut sendiri setelah hujan reda,” tambahnya.

Tidak hanya di perkampungan, wilayah perumahan seperti Perumahan Griya Karangrejo juga terendam air. Di perumahan  tersebut air hujan yang masuk ke rumah warga hampir mencapai  lutut orang dewasa. ”Baru ini  banjir seperti ini. Airnya surut  sa ngat lama.

Ada yang salah mungkin dari pengaturan drainasenya. Setelah air surut, warga bersih-bersih lumpur yang masuk ke rumah sampai tadi subuh  (kemarin),” ungkap Aris Iskandar,  warga Perumahan Griya Karangrejo. (radar)

Loading...

Kata kunci yang digunakan :

Baca Juga :