Dimasukkan dalam Tas yang Digembok

0
372
LIHAT BAYI: Warga mendatangi rumah Kades Sumberbulu.
LIHAT BAYI: Warga mendatangi rumah Kades Sumberbulu.

Sungguh memilukan nasib bayi yang satu ini. Begitu lahir, dia malah dimasukkan dalam tas yang digembok, lalu dibuang di Desa Sumberbulu, Kecamatan Songgon.
-SIGIT HARIYADI, Songgon-


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

”BENAR-BENAR keji!” Itulah komentar seorang perempuan yang mendatangi rumah Lasio, kepala Desa (Kades) Sumberbulu, Kecamatan Songgon. Yang dimaksud perempuan tersebut adalah orang tua yang telah membuang bayi berkelamin laki-laki itu. Bayi tersebut diperkirakan baru lahir dua jam sebelum ditemukan warga di Desa Sumberbulu.

Tidak sedikit perempuan yang menitikkan air mata ketika melihat bayi mungil tidak berdosa itu terlelap di atas kasur di ruang tengah rumah Lasio. Ya, di rumah berlantai keramik di tepi jalan Dusun Krajan, Desa Sumberbulu, itulah bayi tersebut dirawat. Kabar penemuan bayi itu langsung mengundang warga untuk mendatangi rumah Lasio.

Apalagi saat ditemukan, bayi mungil tersebut berada di dalam tas dan resletingnya digembok. Awal ditemukan, tubuh bayi itu hanya diselimuti selembar kain sewek . Bercak darah masih menetes dari tali pusar bayi tersebut.
Informasi yang berhasil dikumpulkan wartawan koran ini menyebutkan, bayi malang itu pertama kali ditemukan sekitar pukul 11.30 oleh Sutaha, 40, dan Suparji, 47.

Keduanya warga Desa Sumberbulu. Saat itu, kedua pria yang hendak pergi ke kebun tersebut mendengar tangisan bayi dalam sebuah tas hitam yang tergeletak di tepi jalan desa setempat. Awalnya, Sutaha dan Suparji mengira tas tersebut berisi bom. Tangisan bayi itu diduga hanyalah “pancingan” agar warga sekitar mendekat. Karena ketakutan, dua pria itu mengangkat tas tersebut menggunakan sebatang kayu.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | ... | Next → | Last