Beranda Pemerintahan Diresmikan Bupati, Punya 14 Ruang Belajar, dan 35 Pendidik

Diresmikan Bupati, Punya 14 Ruang Belajar, dan 35 Pendidik

0
465
PERESMIAN: Bupati Abdullah Azwar Anas menggunting pita didampingi guru dan kasek.
PERESMIAN: Bupati Abdullah Azwar Anas menggunting pita didampingi guru dan kasek.

BANYUWANGI – Berdiri sejak 19 Maret 2001 dengan diprakarsai oleh 158 wali murid, Kelompok Bermain/Taman Kanak-Kanak (KB/TK) Islam Rahmatullah sudah menjadi sebuah lembaga pendidikan usia dini yang besar dan penuh prestasi.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Setelah sempat berpindah tempat sebanyak dua kali, akhirnya KB/TK Islam Rahmatullah bisa memiliki gedung dan fasilitas sendiri. Sabtu (5/5) kemarin, gedung baru yang beralamat di Jalan Mataram nomor 9 Banyuwangi diresmikan oleh Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.

Peresmian gedung baru boleh dibilang sangat meriah. Acara  diawali arak-arakan drumband Rahmatullah yang memiliki prestasi sampai tingkat Jawa Timur. Ada juga penampilan siswa siswi KB/TK Islam Rahmatullah. Mulai pembacaan ayat suci alquran, pembacaan doa sehari-hari, samroh dengan lagu
bernuansa Islami hingga pantomin.

Loading...

Bupati Abdullah Azwar Anas yang berkesempatan hadir didaulat untuk memotong pita sebagai tanda peresmian gedung sekolah tersebut. Hadir pula Kepala Dinas Pendidikan Sulihtiyono, Camat Banyuwangi dan Kepala UPTD Banyuwangi. Kepala KB/TK Islam Rahmatulah,  Yuliati, SPd, AUD memaparkan, saat ini lembaga yang dipimpinnya memiliki 14 ruang belajar dengan tenaga pendidik 35 orang.

Tenaga pendidik tergolong profesional dan telah mencetak 328 siswa menjadi generasi penerus yang cerdas dan berakhlak baik serta religius. “Hal ini sesuai dengan visi misi dan moto sekolah,” tandas Yuliati penuh bangga. Sekadar diketahui, kegiatan belajar mengajar yang dilaksanakan  KB/TK Islam Rahmatullah merupakan program perintis dan bukan pengekor seperti wisata pendidikan, pasar kecil, sehari semalam bersama guru, kids expo dan sebagainya.

Lanjutkan Membaca : 1 | 2

error: Uppss.......!